Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Acset Indonusa Tbk (ACST), salah satu anggota Astra Group, selama kuartal I-2020 atau saat pandemic virus corona (Covid-19) kian terkoreksi. Dari sisi kinerja keuangan pun mencatatkan hasil yang tak positif. Namun begitu, perseroan masih berhasil mengantongi proyek pekerjaan Graha Pertamina.
“Perusahaan melalui anak usahanya, yakni PT Acset Pondasi Indonusa (API), kembali dipercaya untuk melakukan pekerjaan fondasi tangki pada proyek Graha Pertamina,” kata Maria Cesilia Hapsari, Corporate Secretary & Investor Relations dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, ditulis Senin (27/4/2020).
Pada tahun 2018 dan 2019, kata dia, ACSET telah melakukan pekerjaan fondasi paket lainnya pada gedung Graha Pertamina, khususnya untuk pekerjaan bored pile. “Hal ini merupakan wujud dari kepercayaan pelanggan kepada ACSET secara kontinu dari waktu ke waktu,” lanjutnya.
Namun begitu, untuk kinerja keuangan selama kuartal I-2020 itu, ACST membukukan pendapatan bersih sebesar Rp477,61miliar atau mengalami penurunan sebesar 40,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp806,67miliar. Sementara perseroan mencatatkan rugi bersih sebanya Rp124,44 miliar dari rugi bersih sebelumnya di posisi Rp90,69 miliar.
“Dari kinerja itu, berdasarkan kontribusi lini bisnis dalam perolehan pendapatan, sektor infrastruktur berkontribusi sebesar 45%, konstruksi sebesar 36%, fondasi sebesar 14% dan sektor lainnya sebesar 5%,” kata dia.
Pada periode ini, kata dia, rugi bersih ACST yang sebesar Rp124,44 miliar dikontribusi oleh bertambahnya biaya atas keterlambatan proyek berjalan dan peningkatan biaya keuangan akibat mundurnya penerimaan pembayaran proyek contractor pre-financing (CPF).
“Memang sehubungan dengan adanya pandemi global Covid-19 ini, ACSET turut mengalami dampak secara langsung dan tidak langsung yang tercermin dalam pencapaian perusahaan di kuartal pertama. Beberapa tender proyek strategis yang ACSET ikuti mengalami penundaan, sehingga berujung pada menurunnya jumlah perolehan kontrak baru pada periode ini,” jelasnya.
Sebagai responnya, ACSET senantiasa berhati-hati dan menetapkan skala prioritas dalam setiap keputusan bisnis yang akan diambil. Untuk proyek yang sedang berjalan, ACSET telah mengikuti dan mengimplementasikan secara ketat prosedur-prosedur kesehatan yang dilandaskan pada Instruksi Menteri (Inmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.
Lebih jauh dia menegaskan, terlepas dari kondisi global yang kurang kondusif di 2020 ini, ACSET masih tetap berusaha untuk mendapatkan kontrak baru dengan target realistis dan sesuai dengan kapabilitas Perusahaan. Hal ini merupakan salah satu wujud penerapan prinsip kehati-hatian yang ACSET lakukan.
“Selain itu, prinsip kehati-hatian juga tercermin melalui dua strategi utama yang diterapkan perusahaan pada masa ini, yakni diversifikasi usaha dan pembentukan aliansi strategis, baik di dalam maupun di luar jaringan Grup Astra,” katanya.
Diversifikasi usaha tidak berarti ACSET meninggalkan kompetensi utamanya pada bidang fondasi, struktur dan infrastruktur, namun Perusahaan akan memanfaatkan keahliannya untuk masuk pada pekerjaan yang membutuhkan kecakapan khusus, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi stakeholders.
“Ke depannya, ACSET akan terus berupaya untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan dalam rangka menjaga kepercayaan stakeholders serta mewujudkan misi perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” pungkas dia.
Foto: Istimewa
