Jakarta, TopBusiness—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, diprediksi melemah hari ini. Hal itu mengikuti pelemahan di bursa saham regional di pagi ini, dan Jumat pekan lalu. Hal tersebut dijelaskan dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, yang dipublikasikan pagi ini.
Di situ, dijelaskan bahwa Jumat minggu lalu, Indeks Dow Jones melemah -2,6%; S&P 500 turun -2,8%; dan Nasdaq turun tajam -3,2%.
Walaupun demikian Dow masih mencatatkan kenaikan sekitar +28% dari titik terendahnya tahun ini di 23 Maret 2020. Begitu pula S&P 500 dan Nasdaq yang juga telah menguat sekitar +27% dan +25% di periode yang sama.
Sementara itu, angka pengangguran di AS telah menembus 30 juta hanya dalam waktu enam minggu, sedangkan pengeluaran konsumen (consumer spending) turun -7,5% (month to month/mom) di Maret. Hal ini kurang baik dan krusial karena 70% ekonomi AS bergantung pada pengeluaran konsumen.
Sementara itu negara-negara Eropa pengguna Euro mencatatkan kontraksi PDB sebesar -3,8% (qoq) di kuartal 1 20, sekaligus merupakan kontraksi terbesar sejak perhitungan dimulai di 1995. Sebagian kecil bursa di Asia juga melemah pada hari Jumat, sedangkan mayoritas pasar tutup memperingati hari buruh. Indeks Nikkei melemah -2,8% dan Australia turun -4,2%.
Di Indonesia, hari Kamis ditutup dengan IHSG ditutup naik +3.26% ke level 4,716.4. Investor asing juga mencatatkan net buy pada pasar reguler sebesar Rp669.5 miliar, namun net sell pada pasar negosiasi senilai Rp237.7 miliar. Sementara jumlah kasus COVID-19 yang sudah ditutup terhadap total kasus saat ini mencapai 24%.
Pagi ini, masih menurut riset harian Samuel Sekuritas itu, Kospi dibuka melemah -2,5% dan Dow Futures saat ini melemah -1,5%.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
