Jakarta, TopBusiness – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan melakukan revisi target realisasi investasi triwulan II-2020. Revisi ini menyusul pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan akan selesai.
“Kita harus melakukan penyesuaian dengan keadaan ini. Nanti akan kami informasikan lagi. Dengan kondisi saat ini, kita harus melakukan hal-hal di luar kelaziman. Presiden Jokowi sudah sampaikan bahwa saat ini ekonomi turun, banyak orang kehilangan pekerjaan. Solusi untuk menciptakan lapangan kerja yaitu melalui investasi,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadahlia, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2020).
Saat halalbihalal daring sekaligus konsolidasi dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dari 34 provinsi se-Indonesia, Bahlil menyampaikan bahwa adanya pandemi covid-19 akan berdampak sistemik.
Dia memastikan realisasi investasi triwulan II-2020 akan menurun. Demikian juga target realisasi investasi 2020 yang akan disesuaikan dengan kondisi yang terjadi.
“Oleh karena itu BKPM dan DPMPTSP Provinsi serta Kabupaten/Kota harus terus berkonsolidasi untuk mendorong realisasi investasi,” tambah Bahlil.
Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah Christina Shandra Tobondro menuturkan dalam kondisi ini, pihaknya telah menerapkan tatanan normal baru produktif, mengacu pada Surat Edaran dari Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.
“Terkait OSS (Online Single Submission), kami harap akan ada arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat, khususnya terkait implementasi setelah adanya Omnibus Law,” ucap Christina.
Sementara Kepala DPMPTSP Provinsi Kepulauan Riau Syamsuardi menyampaikan bahwa dirinya tetap optimistis di masa pandemi ini. Namun memang terdapat tantangan, khususnya menjelang realisasi investasi triwulan II-2020.
“Banyak perusahaan yang belum sadar akan kewajiban mengisi LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal). Kalau kesadaran meningkat, akan membantu capaian realisasi investasi. Bagaimana pun juga, saya tetap optimistis investasi jalan terus!” ujar Syamsuardi.
Pada kesempatan yang sama Plt. Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat Rina Rahdianawati melaporkan secara singkat tindak lanjut pengawalan investasi terhadap 11 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Jawa Barat.
“Kami sudah membahas 11 PSN ini dengan Bapak Gubernur Jawa Barat dan kami baru bertemu dengan enam perusahaan. Masih ada lima perusahaan lagi yang belum bisa kami hubungi. Kiranya kami mohon bantuan Bapak Kepala BKPM untuk memfasilitasi hal ini, sehingga bisa kita koordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten/Kota,” ujar Rina.
Bahlil pun mengajak seluruh Kepala DPMPTSP untuk selalu semangat. “Saya yakin kita bisa kalau Bapak Ibu Kepala Dinas terus semangat. Kita kawal terus investasi ya!” tegas Bahlil.
Sebelumnya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan BKPM untuk bisa meraih realisasi investasi tahun 2020 ini sebesar Rp886 triliun. Dengan situasi pandemi Covid-19, Bahlil sebelumnya mengatakan pihaknya tengah membuat beberapa opsi untuk menurunkan target realisasi investasi tersebut.
“Kalau Covid-19 berakhir di bulan Mei, kami merevisi target realisasi investasi kami menjadi sekitar Rp850 triliun,” ujar Bahlil dalam rapat dengar pendapat (RDP) virtual bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (23/4/2020). Namun, apabila pandemi Covid-19 baru teratasi pada Juli 2020, maka BKPM akan merevisi target realisasi menjadi sekitar Rp817 triliun.
