TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuota Rumah FLPP Ditambah, Ini Tanggapan Bos BTN

Nurdian Akhmad
25 June 2020 | 14:30
rubrik: Business Info
BTN Hari Ini Terbitkan Obligasi Rp 5 Triliun

Menara BTN. FOTO: RMOL

Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengapresiasi keputusan penambahan kuota dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada BTN sebagai Bank Pelaksana sebanyak 1.240 unit. 

Tambahan alokasi FLPP tersebut akan digunakan perseroan untuk mendukung pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khususnya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR. 

“BTN akan berusaha maksimal untuk menyalurkan KPR FLPP atau KPR Sejahtera sesuai target dan sasaran yang dipatok Kementerian PUPR. Sekaligus akan kita manfaatkan untuk mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional di era new normal,” kata Pahala dalam keterangan resmi, Kamis (25/6).

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah memutuskan untuk memberikan tambahan kuota dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Bank BTN sebanyak 1.240 unit. 

Penambahan kuota FLPP tersebut diberikan PPDPP setelah mengevaluasi Bank Pelaksana FLPP yang sebelumnya ditunjuk dan hasil lolos uji pencairan. Hasil evaluasi menyatakan Bank BTN telah lolos dengan hasil penyaluran di atas target yang ditetapkan PPDPP. Adapun per 31 Mei 2020, perseroan telah merealisasikan KPR FLPP untuk membiayai 46.798 unit atau setara dengan Rp 4,7 triliun. 

Pahala optimistis, BTN yang telah berpengalaman hampir 44 tahun menyalurkan KPR tersebut akan dapat mencapai target penyaluran KPR Subsidi tahun ini, baik melalui KPR FLPP maupun dengan skema Subsidi Selisih Bunga maupun Subsidi Bantuan Uang Muka atau SBUM.

“Pandemi covid memang sangat berpengaruh pada demand masyarakat untuk membeli rumah, namun minat tersebut tidak menyurutkan masyarakat untuk memiliki rumah subsidi,” ujarnya.

Menurut Pahala, harga jual rumah yang terus naik setiap tahunnya menjadikan salah satu pertimbangan masyarakat khususnya MBR untuk segera memiliki rumah. Di samping itu fasilitas SBUM yang diberikan kepada MBR bisa menjadi stimulus dalam pergerakan kebutuhan rumah pada saat ini.

BACA JUGA:   Di Tengah Pandemi, Laba BTN Melejit 39,72%

Adapun, kinerja KPR Subsidi BTN juga tercatat masih tumbuh positif. Posisi penyaluran KPR Subsidi baik konvensional maupun syariah per Mei 2020 tumbuh 5,95 persen menjadi sebesar Rp 102,94 triliun dibandingkan posisi per Mei 2019 yang mencapai Rp 95,434 triliun.  

Pahala optimistis tambahan kuota FLPP maupun SSB akan dapat mendorong penyaluran KPR Subsidi perseroan yang tahun ini ditargetkan dapat mencapai sekitar Rp 103,49 triliun.

Tags: bank BTNbtnflppRumah MBR
Previous Post

DAHANA Salurkan Program Kemitraan UMKM

Next Post

FOTO – Kesiapan Operator Seluler di Era New Normal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR