Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo, menegaskan peringkat kredit korporasi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) dan obligasi konvensional Adira Finance yang masih beredar di idAAA. Juga menegaskan peringkat Sukuk Adira Finance yang masih beredar di idAAA(sy).
Pada saat yang sama, memberikan peringkat idAAA untuk rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Perusahaan senilai maksimum Rp 9 triliun dan peringkat idAAA(sy) untuk rencana penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Perusahaan senilai maksimum Rp1 triliun.
Analis, d Danan Dito dan Putri Amanda, di Jakarta, hari ini menyatakan bahwa prospek untuk peringkat kredit perusahaan adalah stabil. Obligasi Berkelanjutan III Tahap VI Tahun 2017 Seri B Perusahaan sebesar Rp 450 miliar akan jatuh tempo pada 14 Juli 2020. Kesiapan perusahaan untuk melunasi obligasi dan sukuk tersebut didukung dana kas dan setara kas sebesar Rp 3,1 triliun pada akhir Desember 2019 dan penerimaan angsuran atas piutang pembiayaan sekitar Rp 3,8 triliun per bulan.
Peringkat idAAA adalah peringkat paling tinggi yang diberikan. Kemampuan Obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang relatif dibanding emiten Indonesia lainnya adalah superior. Akhiran sy berarti peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip Syariah.
Peringkat mencerminkan sinergi yang sangat kuat dan hubungan yang saling menguntungkan antara Adira Finance dan induk perusahaan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon, idAAA/Stabil), pangsa pasar Perusahaan yang sangat kuat di industri pembiayaan kendaraan bermotor, dan portofolio bisnis yang terdiversifikasi dengan baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tekanan pada kualitas aset.
Foto: Istimewa
