Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga akhir sesi penutupan perdagangan Jumat (03/07/2020) akhir pekan di Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih mengalami peningkatan poin.
“Kami menilai optimisme pasar melihat rilis data ekonomi global dan regional berpotensi mendorong pergerakan market hari ini,” demikian disebut dari hasil riset harian dari daily research report, dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini.
Pasar saham US bergerak mixed memasuki semester II/2020. Rilis data ISM Manufacturing PMI AS per Jun-20 tercatat naik menjadi 52,6 (May-20 43,1; cons 49,5). DJIA berkurang 0,3% ke level 25.734, sebaliknya S&P500 plus 0,5%, dan nasdaq 0,95%. Sementara, bursa Eropa ditutup sedikit naik di tengah sentimen berita akan adanya potensi vaksin covid-19 dari Pfizer bekerja sama dengan perusahaan Jerman BioNTech. DAX Frankfurt turun 0,41%, FTSE London melemah 0,19%, dan CAC Paris berkurang 0,18%.
Berita dari regional adalah rilis data Caixin Manufacturing PMI China per Jun-20 yang tercatat naik menjadi 51,2 (May-20 50,7; cons 50,5).
Indeks EIDO bertambah 1,33% dan IHSG ditutup plus 0,18% menjadi 4.914 dengan penopang saham BBCA, ARTO dan BBRI. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 253,7 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak TLKM (Rp 127,2 miliar), BBNI (Rp 76,6 miliar), dan TKIM (Rp 24,6 miliar). Net buy asing dicatatkan BBCA (Rp 149,4 miliar), INDF (Rp 22,2 miliar), dan TOWR (Rp 19,3 miliar).
Berita domestik terkini adalah Inflasi Indonesia per Jun-20 yang naik 1,96% yoy/0,18% mom (May-20 2,19% yoy/0,07% mom; cons 1,84% yoy/0,02% mom).
Berdasarkan estimasi economist SSI, dengan rendahnya inflasi Juni, BI berpeluang menurunkan tingkat suku bunga kembali sebesar 25 bps ke level 4% pada RDG BI 15-16 Juli mendatang. Sementara itu data Tourist Arrival atau tingkat kedatangan pengujung ke Indonesia per May-20 turun 86,9% yoy (Apr-20 87,4% yoy) menjadi 163 ribu sebagai efek pandemi.
Fotographer: Rendy MR
