Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia atau BI memandang surplus neraca perdagangan berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, bank sentral akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk, prospek kinerja neraca perdagangan.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif-Kepala Departemen Komunikasi, Onny Widjanarko, di Jakarta, dalam laman site bi.go.id, hari ini.
Neraca perdagangan Indonesia Juni 2020 kembali mencatat surplus USD 1,27 miliar, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus USD 2,02 miliar. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Juni 2020 mencatat surplus USD 5,50 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami defisit USD 1,87 miliar.
Surplus neraca perdagangan Juni 2020 dipengaruhi surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas. Neraca perdagangan nonmigas Juni 2020 mencatat surplus USD 1,36 miliar. Perkembangan ini dipengaruhi ekspor beberapa komoditas yang tetap baik seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan biji tembaga, meskipun impor nonmigas meningkat sejalan dengan kembali membaiknya aktivitas ekonomi pasca relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun dari USD 96,9 juta pada Mei 2020 menjadi sebesar USD 95,2 juta, dipengaruhi peningkatan ekspor migas khususnya industri pengolahan hasil minyak dan minyak mentah.
Foto: Istimewa
