Jakarta, TopBusiness – PT Bank CIMB Niaga Tbk terus berupaya untuk menjadi bank dengan tata kelola yang baik agar setiap program dan perencanaan dapat terealisasikan sesuai dengan harapan.
Oleh sebab itu, strategi tata kelola perusahaan yang baik atau biasa disebut Good Corporate Governance (GCG) amat diperlukan agar misi perusahaan dapat terwujud. Hal ini diungkapkan Fransiska Oei selaku Direktur Kepatuhan, Corporate Affairs & Hukum PT Bank CIMB Niaga Tbk.
“Strateginya, kami selalu melihat apa struktur yang kami miliki, prosesnya seperti apa dan apa outcome-nya. Ini (strategi) kami review setiap setahun sekali, apakah ini sudah mencukupi atau tidak. Dan review itu, kami berikan berupa slide (laporan), questioner kepada direktur, komisaris dan kepada satu level di bawah kami untuk melihat apakah struktur dan prosesnya memberikan outcome seperti yang diharapkan,” ungkapnya saat memaparkan materi terkait tata kelola perusahaan dalam ajang penjurian TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2020 yang diselenggarana Majalah Top Business pada Kamis, (23/7/2020).
Dalam kesempatan ini pula, Fransiska Oei ditemani beberapa dari CIMB Niaga seperti Vera Handajani dari Direktur Manajemen Risiko, Lee Kai Kwong selaku Direktur Keuangan & SPAPM dan Jeffrey Kairupan dari Komisaris Independen.
Masih menurut Fansiska Oei, selain strategi tersebut, menejemen ‘menggodok’ kebijakan terkait tata kelola di CIMB Niaga ke dalam empat level, yakni kebijakan pokok perusahaan, produk dan aktivitas, prosedur standard an instruksi operasional. “Kebijakn ini juga kami muat dalam website supaya investor dan masyarakat bisa mengetahui kebijakan yang kami miliki. Kami sangat terikat dengan kebijakan-kebijakan ini,” lanjutnya.
Dengan adanya strategi dan kebijakan tata kelola perusahaan yang baik, CIMB Niaga mencatatkan ragam keberhasilan di beberapa bidang di antaranya:
Perbankan Syariah
Unit Usaha Syariah (UUS) berhasil mempertahankan peringkat pertama sebagai UUS terbesar dari sisi total aset. Hal ini didukung oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 25.0% atau naik sebesar Rp6.62 triliun dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp26.51 triliun dan peningkatan total DPK 37.5% menjadi IDR32.59 triliun serta terjaganya NPF di bawah 1%.
Digital Banking
Go Mobile salah satu kanal digital andalan CIMB Niaga berhasil mencatatkan peningkatan jumlah transaksi sebesar 144.6% atau naik 22 juta transaksi dibanding tahun sebelumnya yaitu 15 juta transaksi. Dari sisi fee income, Go Mobile berhasil membukukan kenaikan 60.62% dari tahun sebelumnya dan disertai dengan peningkatan jumlah pengguna sebesar 18.8% menjadi 2.6 juta pelanggan di tahun 2019.
Kepuasan Pelanggan
Kepuasan Pelanggan Naik dari tahun sebelumnya yaitu +16% dan menjadi market leader dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Kualitas pelayanan CIMB Niaga dibuktikan dengan penghargaan “The Best Bank in Customer Satisfaction Services” dalam Tempo Financial Business Award 2019.
Tak hanya itu, pada kuartal pertama tahun 2020, PT Bank CIMB Niaga membukukan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,1 triliun, naik sebesar 11,8% year-on-year (yoy), menghasilkan earnings per share Rp42,33.
Penulis: Abdullah Suntani
