Jakarta, TopBusiness – PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) secara resmi telah mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan merupakan emiten yang ke-35 di tahun ini dengan menggunakan kode saham SGER. SGER mencatatkan sahamnya melalui skema penawaran umum perdana saham (IPO). Saham ini juga dijadikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai saham syariah.
Sumber Global Energy Tbk, merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar bahan bakar padat, cair dan gas, khususnya batubara. , mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia untuk pelaksanaan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham.
Berdasarkan hasil bookbuilding di harga Rp50 – Rp480 per saham dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,52 kali. Dan harga per lembar saham ditetapkan sebesar Rp108, dengan perolehan dana IPO sebesar Rp54 miliar.
“Saham PT Sumber Global Energy Tbk ini, oleh OJK dikategorikan sebagai saham syariah dan dilepas ke publik sebanyak 500 juta lembar saham yang mewakili 30,05% modal yang dikeluarkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum perdana,” ungkap Direktur Utama Sumber Global Energy Tbk, Welly Thomas, usai melakukan e-listing secara virtual, di Jakarta, Senin (10/8/2020).
Nantinya, tandas Welly, dari aksi korporasi tersebut seluruh dana yang dihasilkan oleh IPO akan digunakan untuk modal kerja. Yakni untuk modal kerja guna memenuhi kontrak pengadaan batubara yang telah berjalan.
“Dan sisanya sebagai modal kerja di perusahaan anak tidak langsung dalam bentuk pinjaman yang akan digunakan untuk riset dan pengembangan energy terbaru dan terbaharukan serta proses ekstraksi dan oksidasi Mineral Logam Tanah Jarang (Rare Earth Oxide Extraction),” tandasnya.
Selain mencatatkan sahamnya, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 400 juta lembar atau sebesar 34,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pendaftaran. Setiap pemegang 5 Saham IPO akan mendapat 4 waran seri I, dimana setiap waran bisa mendapatkan hak atas satu saham baru diharga Rp.125 per saham, sehingga total seluruh hasil pelaksanaan waran seri I sebesar Rp50 miliar.
Welly Thomas mengatakan, perseroan mendapatkan izin efektif dari OJK pada tanggal 24 Juli 2020, selama masa penawaran umum pada tanggal 27 Juli 2020 hingga tanggal 29 Juli 2020 mendapat respon yang cukup bagus dari pasar. “Dan ternyata saham dapat terserap dengan baik walaupun di tengah masa pandemi covid-19 ini, dan kami juga bangga karena saham perseroan dimasukkan dalam kategori saham Syariah oleh OJK,” ujar Welly dengan menyebut, PT. Indo Capital Sekuritas, sebagai penjamin emisi efeknya.
Foto: Istimewa
