Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek Indonesia, PT Pefindo menegaskan peringkat idA untuk Medium-Term Notes (MTN) I/2017 PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPI) senilai Rp1 triliun yang akan jatuh tempo pada 20 Oktober 2020.
Analis, Agung Iskandar dan Kresna Piet Wiryawan, di laman pefindo.com, di Jakarta, hari ini, menyatakan bahwa LPPI berencana untuk melunasi MTN yang jatuh tempo tersebut dari kas dan setara kas, dan investasi jangka pendek. Perusahaan memiliki kas dan setara kas senilai USD58 juta dan investasi jangka
pendek senilai USD364 juta per 30 Juni 2020.
Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan, kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat. Walaupun demikian, kemampuan emiten mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan emiten yang peringkatnya lebih tinggi.
LPPI adalah produsen pulp dan tisu yang merupakan anggota grup Asia Pulp and Paper (APP), produsen produk pulp dan kertas. Beroperasi sejak tahun 1976, LPPI adalah anak perusahaan dari PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, yang memegang peran penting dalam produksi kertas dan tisu di Indonesia. LPPI memiliki fasilitas produksi di Tebing Tinggi di Jambi, Sumatera.
