TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Survei: Pertumbuhan Harga Properti Residensial Lambat

Nurdian Akhmad
15 May 2015 | 14:05
rubrik: Capital Market

130613_perumahan-1JAKARTA-businessnews.id: Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia triwulan I-2015 mengindikasikan adanya perlambatan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer.

Kondisi ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan I-2015 yang tumbuh sebesar 1,44% (qtq) atau 6,27% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 1,54% (qtq) atau 6,29% (yoy). Demikian hasil survey yang dilansir laman BI, Jumat (15/05/2015).

Perlambatan pertumbuhan harga terjadi pada semua tipe rumah, kecuali rumah tipe kecil yang mengalami kenaikan harga lebih tinggi (1,98%, qtq) dari kenaikan 1,43% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Tekanan kenaikan harga yang melambat diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan II-2015.

Perlambatan kinerja properti juga tercermin dari melambatnya pertumbuhan penjualan properti residensial pada triwulan I-2015 (26,62%, qtq),dari 40,07% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Perlambatan penjualan terutama terjadi pada rumah tipe menengah. Perkembangan ini sejalan dengan melambatnya pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR).

Hasil survei juga menunjukkan pembiayaan pembangunan properti residensial masih bersumber dari dana internal pengembang. Sebagian besar pengembang (61,82%) menggunakan dana sendiri sebagai sumber pembiayaan usahanya.

Sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh pembiayaan perbankan (KPR). Sebanyak 75,45% responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil. (endy)

BACA JUGA:   IPO Jumbo AADI Kantongi Rp4,3 Triliun, Siapkan Langkah Ini ke Depan
Tags: Property
Previous Post

April 2015, Neraca Perdagangan Surplus US$ 450 Juta

Next Post

2015, Link Net Tak Bagi Deviden

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR