TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Unilever Siap Investasi Clean Future Senilai Rp17,48 T

Busthomi
3 September 2020 | 10:39
rubrik: Capital Market
Unilever Siap Investasi Clean Future Senilai Rp17,48 T

Jakarta, TopBusiness – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), produsen produk-produk pembersih dan detergen, mengumumkan perusahaan akan mulai melakukan transisi untuk menggantikan 100% karbon yang berasal dari bahan bakar fosil dalam produk-produk pembersih dan detergennya dengan karbon terbarukan atau karbon daur ulang.

Langkah ini dilakukan untuk mentransformasi brand-brand di kategori pembersih dan detergen, termasuk Molto, Rinso, Sahaja, Sunlight, Wipol, Superpell dan Vixal secara berkesinambungan. Ambisi baru ini adalah upaya untuk ‘Menciptakan Masa Depan yang Bersih & Lestari’ (Clean Future), sebuah terobosan yang dirancang oleh divisi Home Care Perusahaan untuk secara fundamental mengubah cara pembuatan, produksi, dan pengemasan produk pembersih dan detergen paling ternama di dunia.

Umumnya, sebagian besar produk pembersih dan detergen yang tersedia saat ini mengandung bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil, yaitu sumber karbon yang tidak dapat diperbarui. Peralihan bahan kimia yang digunakan Unilever ke sumber karbon terbarukan atau karbon daur ulang ini sengaja dilakukan untuk beralih dari ekonomi yang bergantung pada bahan bakar fosil.

Upaya Clean Future adalah inisiatif pertama untuk skala global, dan merupakan langkah penting menuju komitmen Unilever dalam menghasilkan emisi nol dari produk-produknya pada tahun 2039 nanti. 

Saat ini, bahan kimia yang digunakan di sebagian besar produk pembersih yang beredar di pasaran memiliki proporsi jejak karbon yang besar, yaitu sekitar 46% di sepanjang siklus hidup produk-produk tersebut.

“Upaya Clean Future adalah visi kami untuk merombak bisnis secara drastis. Sebagai industri, kita harus memutuskan ketergantungan pada bahan bakar fosil, termasuk sebagai bahan baku produk,” kata Peter ter Kulve, President of Home Care Unilever.

“Permintaan konsumen terhadap produk-produk pembersih kami dalam beberapa bulan terakhir begitu besar, dan kami sangat bangga bisa membantu menjaga kebersihan dan keamanan mereka di tengah pandemi COVID-19,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Unilever Suarakan Aksi Bersama Lawan Perundungan di Tempat Kerja

Upaya Clean Future juga telah dimulai di Indonesia, baik di level korporat maupun melalui brand-brand di kategori Home Care. Veronika Utami, Direktur Home Care PT Unilever Indonesia, Tbk. menjelaskan, pada tahun 2019, pabrik Powder Non-Soap Detergent (NSD) yang memproduksi Rinso dan Molto mulai menggunakan energi terbarukan, yaitu energi biomassa yang berasal dari cangkang sawit yang bisa diperbarui.

“Biomassa ini menggantikan penggunaan gas alam sebagai bahan bakar pada proses pengeringan detergen bubuk. Cangkang inti sawit menjadi pilihan karena ketersediaannya melimpah dari Sumatra dan Kalimantan, relatif tahan cuaca saat penyimpanan, dan memiliki kadar abu rendah,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima TopBusiness, Kamis (3/9/2020).  

Sementara, sederetan brand dari Home Care Unilever Indonesia telah mulai menjalankan inisiatif untuk menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan, baik untuk kemasan maupun formulasi produk. Salah satu contoh nyata adalah penggunaan 100% plastik hasil daur ulang untuk botol Rinso, Molto, Wipol dan Sunlight, yang telah membantu Unilever Indonesia bergerak maju menuju bahan baku terbarukan untuk kemasan-kemasannya.

Contoh lainnya adalah peluncuran rangkaian produk Sahaja dengan surfaktan dan parfum yang dapat terurai di lingkungan. Unilever Indonesia juga telah memformulasi ulang Rinso Detergen Cair dan Molto Pelembut dan Pewangi Pakaian guna mengurangi ketergantungan pada bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil dan menggantikannya dengan bahan berjejak karbon rendah, sejalan dengan ambisi Perusahaan. Tak kalah penting, Unilever Indonesia juga telah memperkenalkan solusi produk yang dirancang untuk mengurangi penggunaan air, seperti Molto All in One (Blue, Pink) dan Sunlight Jeruk Nipis Pencuci Piring.

“Semoga peluncuran upaya Clean Future dari Unilever ini menjadi awal yang baik untuk menginisiasi kolaborasi lintas sektoral yang, kami yakin, adalah merupakan kunci untuk percepatan dan skala dampak positif yang kita ingin capai bersama,” tambah Veronika. 

BACA JUGA:   RUPSLB Unilever Angkat Direktur Baru

Secara global, Unilever akan mengalokasikan dana €1 miliar atau setara Rp17,48 triliun untuk upaya Clean Future, yang akan mendanai penelitian bioteknologi, pemanfaatan CO2 serta limbah, dan bahan kimia berjejak karbon rendah guna mendorong transisi menjauhi bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil.

Investasi ini juga akan digunakan untuk membuat formulasi produk yang dapat terurai secara alami dan hemat air, mengurangi separuh penggunaan plastik sekali pakai (virgin plastic) pada tahun 2025, dan mendukung edukasi masyarakat yang membuat teknologi ini menarik bagi konsumen.

Foto: Istimewa

Tags: clean futureunileverUNVRVeronika Utami
Previous Post

ACC Bagi Brompton dan Emas

Next Post

WEGE Mulai Bangun Pusat Inovasi Digital Industri 4.0

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR