Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diprediksikan masih akan di zona merah pada penutupan Jumat (04/09/2020) akhir pekan ini.
Berdasarkan hasil riset samuel sekuritas Indonesia di laman samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bahwa pasar saham Amerika terkoreksi dalam pada perdagangan semalam dengan penurunan tajam di industri teknologi yang terlihat pada Nasdaq yang turun 4,96%, sementara S&P 500 turun 3,51% dan Dow Jones turun 2,78%. Di sisi lain yield 10Y Treasury AS turun bergerak konsolidasi di level 0,636%. Koreksi dalam pada pasar saham menyusul rally tajam dalam dua bulan terakhir.
Tidak hanya terjadi di pasar ekuitas, koreksi pasar juga terjadi di bursa komoditas. Diantaranya, Nickel turun 4,01% menjadi USD 15,075 per ton, dan brent melemah 0,97% ke level USD 44,00 per barrel diikuti Gold (Comex) 0,53% ke level 1.934,4 per troy oz.
Perdagangan IHSG kemarin ditutup melemah 0,59% ke level 5.280,8 dengan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 839,4 miliar, yang diikuti pelemahan pada indeks EIDO minus 1,53%.
“Pagi ini bursa regional Nikkei dan Kospi turun melemah (1,26% dan 2,18%), sementara kami melihat sentimen pelemahan ini dapat berimbas pada investor dalam negeri,” demikian tersurat.
Fotographer: Rendy MR
