Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan bergerak technical rebound alias kembali menguat.
Hasil riset samuel sekuritas Indonesia dalam laman samuel.co.id, di Jakarta, menyatakan bahwa semalam bursa Amerika tutup memperingati hari buruh. Dari Asia, perdagangan kemarin beberapa bursa utama Asia ditutup variatif. Misalnya, Nikkei turun 0,5%, diikuti Hang Seng 0,4%, Kospi positif 0,7% dan Shanghai minus 1,9%.
Sementara IHSG ditutup turun 0,2% ke level 5.230 ditengah net sell asing sebesar Rp 726 miliar di pasar reguler. Cadangan devisa bulan Agustus dicatat bertambah USD 1,9 miliar menjadi USD 137 miliar. Nilai tukar rupiah ikut menguat 0,26% ke Rp 14.754 per USD dari penutupan hari sebelumnya Rp 14.792 pada pencatatan kurs tengah BI.
Beberapa sentimen yang dapat mempengaruhi pasar hari ini diantaranya. Darurat Covid-19 di Indonesia dengan tingkat kenaikan rata-rata 14 hari terakhir (25 Aug-7 Sep) sebanyak 2969 kasus, naik dari rata-rata 14 hari periode sebelumnya sebanyak 2023 kasus, membawa Indonesia mendekati angka 200 ribu kasus. Namun kabar baik dari China yang telah mulai memamerkan dua vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dan Sinopharm di Beijing.
Hari ini akan rilis data indeks keyakinan konsumen bulan Agustus yang diproyeksi tidak jauh berbeda dari bulan Juli 86,2, mengingat terjadi deflasi pada kedua bulan tersebut. BI memperkirakan deflasi masih akan terjadi bulan September ini.
“Pagi ini Indeks Nikkei dibuka dan diperdagangankan di zona positif 0,34%, demikian juga Indeks Kospi 0,55%. Kami proyeksi IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi rebound,” demikian tersebut.
fotographer: Rendy MR
