TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penjualan Eceran terus Membaik

Agus Haryanto
9 September 2020 | 10:44
rubrik: Business Info
FOTO – Warung Kaki Lima Terdampak COVID-19

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia atau BI mempublikasikan bahwa penjualan eceran terus membaik, meskipun masih berada dalam fase kontraksi. Itu tercermin dari indeks penjualan riil (IPR) hasil survei penjualan eceran Juli 2020 dengan pertumbuhan sebesar minus 12,3% (yoy), membaik dari bulan sebelumnya 17,1% (yoy).

“Perbaikan penjualan diprakirakan terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas yang disurvei, dengan penjualan pada kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kontraksi paling rendah, dengan pertumbuhan sebesar 1,9% (yoy). Hal itu sejalan dengan peningkatan daya beli masyarakat dan implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” kata Kepala Departemen Komunikasi – Direktur Eksekutif, Onny Widjanarko, di Jakarta, hari ini.

Kinerja penjualan eceran diprakirakan terus membaik pada Agustus 2020, ditopang hampir seluruh kelompok barang. Pertumbuhan IPR Agustus 2020 diprakirakan sebesar minus 10,1% (yoy), membaik dari bulan sebelumnya. Penjualan kelompok makanan, minuman dan tembakau diprakirakan mulai mencatat pertumbuhan positif pada Agustus 2020. Sementara itu, kelompok barang yang lain diprakirakan juga mengalami perbaikan dengan kontraksi yang menurun, kecuali kelompok barang pelengkapan rumah tangga lainnya.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 dan 6 bulan mendatang (Oktober 2020 dan Januari 2021) diprakirakan meningkat. Indikasi peningkatan harga tersebut tercermin dari indeks ekspektasi harga umum (IEH) 3 dan 6 bulan mendatang masing-masing sebesar 133,7 dan 157,7, lebih tinggi daripada periode sebelumnya masing-masing sebesar 131,5 dan 156,1. Responden memperkirakan kenaikan harga tersebut dipengaruhi gangguan distribusi barang dan jasa seiring dengan masuknya musim hujan.

Fotographer: Rendy MR

BACA JUGA:   GOTO Tanggung BPJS TK-BPJS Kesehatan Driver, Pengamat: Komitmen Nyata Aplikator buat Driver
Previous Post

Saham 3 BUMN Banyak Transaksi Pagi Ini

Next Post

KSPN Mandalika Dukung Moto GP 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR