TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BI pertahankan Suku Bunganya 7,5 persen

Nurdian Akhmad
20 May 2015 | 12:24
rubrik: Finance

JAKARTA-businessnews.id:  Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19 Mei 2015 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,50%, dengan suku bunga Deposit Facility 5,50% dan Lending Facility pada level 8,00%.Keputusan tersebut sejalan dengan stance kebijakan moneter yang cenderung ketat untuk menjaga agar inflasi berada dalam sasaran 4±1% pada 2015 dan 2016, serta mengarahkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat dalam kisaran 2,5-3% terhadap PDB dalam jangka menengah.

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardoyo menyatakan untuk menjaga  inflasi dan defisit transaksi berjalan itu maka perlu mewaspadai sektor eksternal dimana pertumbuhan ekonomi Ameriksa Serikat Belum sesuai harapan, “ Dan resiko kenaikan suku bunga Bank Central Amerika serikat yang hanya menunggu waktu dan berapa besaranya, “ ujar dia di Jakarta, Selasa.

Disamping itu, harga  komoditi eksport nasional juga belum juga membaik. Dimana dalam survei Bank Indonesia ada bulan Maret 2015 terlihat penurunan harga seluruh komoditas ekport mencapai 11,5 persen. “ Padahal sepanjang tahun 2014 hanya turun 4 persen -5 persen saja dan kami awalnya memperkirakan pada 2015 ini hanya turun sampai 5,5 persen,” ujarnya

Pertumbuhan pada triwulan I 2015 tercatat sebesar 4,7% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,0% (yoy). Hal ini terutama didorong lemahnya kinerja beberapa komponen permintaan domestik terutama konsumsi pemerintah dan investasi pada sektor bangunan. Belum terealisirnya belanja pada beberapa kementerian dan lembaga yang baru serta masih terbatasnya belanja modal terkait dengan implementasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah mengakibatkan lemahnya kinerja konsumsi pemerintah dan investasi bangunan.

Secara spasial, perlambatan ekonomi pada triwulan I 2015 terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, baik di wilayah Jawa dan Jakarta, yang mengandalkan sektor manufaktur, maupun wilayah Sumatera dan Kalimantan, daerah penghasil komoditas sumber daya alam.

BACA JUGA:   Bankir BNI Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2017 Capai 5,1 persen

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik terutama pada semester II-2015, didukung oleh meningkatnya konsumsi dan investasi sejalan dengan meningkatnya realisasi pengeluaran fiskal oleh pemerintah serta meningkatnya penyaluran kredit oleh perbankan. Ke depan, percepatan realisasi belanja Pemerintah baik di kementrian/lembaga dan untuk implementasi proyek-proyek infrastruktur menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi 2015. (azis)

Previous Post

Rp 80 Triliun Tambahan Portofilo Kredit Imbas Pelonggaran LTV

Next Post

Saham PPRO Melesat Naik 19,46 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR