Jakarta, TopBusiness—Kepala Riset Savills Indonesia, Anton Sitorus, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa sektor perkantoran di Jakarta sangat terdampak oleh Covid-19. Dalam hal ini, tingkat penyerapan terganggu secara signifikan.
“Untuk perkantoran CBD Jakarta, pada semester pertama tahun 2020 ini, tingkat penyerapan turun 58% secara year on year,” papar Anton dalam media briefing melalui internet.
Berdasarkan survei Savills Indonesia, terlihat bahwa tingkat kekosongan perkantoran CBD Jakarta kini di angka 25% dari keseluruhan. Dalam hal ini, belum ada perubahan berarti dalam angka tersebut. Oleh sebab, dari segi pasokan baru pun, sangat minim pada semester pertama 2020 itu.
Yang terbanyak mengalami kenaikan tingkat kekosongan, Anton menjelaskan, adalah perkantoran grade A pada CBD Jakarta. Hal itu karena memang pasokan baru yang lebih banyak, karena para pengembang sebelumnya berkompetisi membangun perkantoran grade A, dengan tujuan bisa menarik penyewa baru atau pun pun lama..
Ke depan pun, pasokan perkantoran di CBD Jakarta masih banyak dari grade A. “Dari sisi lokasi, pasokan yang akan masuk pasar, terbanyak di kawasan Kuningan dan Sudirman. Persentasenya mencapai 75%,” kata dia.
Ke depan, keseluruhan perkantoran CBD Jakarta masih dalam tekanan akibat Covid-19. Penyerapan sampai akhir 2020 masih akan minim. Penurunan penyerapan diperkirakan berlanjut sampai akhir tahun ini. “Dan tingkat vacancy akan naik pada tahun ini.”
Tahun depan pun, tingkat kekosongan perkantoran CBD Jakarta akan naik di 27%,oleh sebab pasokan baru masih akan tinggi.
Harga sewa ruang kantor CBD Jakarta masih akanmendapatkan tekanan. Dan tentu akan menguntungkan penyewa baru. ”Landlord akan beri diskon yang cukup besar, yang dulu sulit didapat. Penyewa lama pun, dalam negosiasi ulang, bisa dapat diskon besar. Kondisi tenant market ini perlu dimanfaatkan maksimal untuk dapat diskon harga sewa,” Anton menjelaskan.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
