Jakarta, TopBusiness – PT Asuransi Raksa Pratikara dalam menerapkan praktik-praktik governance, risk and compliance atau GRC, salah satunya, mengacu pada ISO 9001:2015.
Saat penjurian TOP GRC Awards 2020, versi majalah TopBusiness yang berlangsung melalui aplikasi zoom meeting di Jakarta, hari ini, Direktur, Sigit Sugito, menyebut implementasi ISO dalam meningkatkan operasional sistem manajemen yang dikaitkan dengan isu-isu.
Dikatakan dia, Asuransi Raksa Pratikara disesuaikan dengan Sistem Manajemen Mutu-Persyaratan ISO 9001:2015. “Ketika merencanakan sistem manajemen mutu, organisasi harus mempertimbangkan isu-isu internal dan eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan strategic yang dapat berpengaruh pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu,” kata dia, dihadapan Dewan Juri dalam sesi presentasi.
Dalam implementasinya, perseroan mengandalkan ISO tersebut dalam rangka menegakkan aturan, sekalian memitigasi risiko serta kemungkinan menciptakan peluang bisnis. Itu tercermin dalam pelaksanaan three lines of defence.
“Setiap bagian di Raksa sudah mengidentifikasi sejak awal peluang dan risiko yang ada sesuai dengan petunjuk ISO 9001:2015. Hal ini dilakukan untuk memitigasi risiko sejak dini sehingga dalam proses bisnis bisa secepat mungkin terdeteksi risikonya, yang mana ini merupakan bentuk pertahanan pertama bagi departemen yang menjalankan. Selanjutnya perusahaan mempunyai departemen manajemen risiko di bawah pengawasan divisi teknik yang dikepalai oleh Direktur Teknik,” ungkap dia.
Dalam pertahanan lapis kedua, merumuskan kebijakan, metodologi dan kerangka manajemen risiko dalam tujuan mendukung keputusan bisnis.
Dijelaskan Sigit, pertahanan lapis pertama atau kedua berada di bawah pengawasan direksi. Untuk pertahanan lapis ketiga ada pengawasan di bawah Komisaris yang mempunyai fungsi pengawasan dan independensi sebagai bentuk check and balances, di mana ada Komite Pemantau Risiko dan Komite Audit yang melakukan pengecekan apakah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pertahanan lapis ketiga dari Dewan Komisaris sangat penting yang merupakan organ perseroan yang berdiri sendiri dan terpisah dari Direksi. Direksi sendiri selain melakukan pengawasan secara internal juga dibantu oleh bagian internal audit yang melaporkan kepada Direksi dan terdapat audit eksternal dalam menjaga independensi di dalam perseroan.
“Dengan adanya tiga lapis pertahanan yang pengawasannya berbeda-beda tersebut diharapkan mampu menjalankan manajemen risiko dengan baik dan sesuai dengan good corporate governance,” katanya.
Sekedar diketahui, Asuransi Raksa Pratikara adalah perseroan yang bergerak dalam usaha asuransi umum yaitu usaha jasa pertanggungan risiko yang memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis, karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti.
