Jakarta, TopBusiness—Manajemen Asuransi Tugu Pratama (Tugu Insurance) pada hari ini menyampaikan jawaban tertulis kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI). Itu merupakan respons tentang pertanyaan tentang tren fluktuasi harga efek perusahaan tersebut.
Dalam jawaban tersebut, Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna, mengatakan bahwa pihaknya sedang terus memantau pergerakan harga saham perusahaan tersebut. “Kami pun tengah merumuskan langkah-langkah terbaik yang akan diambil sehubungan penurunan harga saham,” kata dia.
Ketika nantinya melakukan tindakan korporasi, Tugu Insurance akan kembali menyampaikan keterbukaan informasi, sesuai dengan peraturan pasar modal.
Indra, kepada Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI Goklas Tambunan, menjelaskan bahwa Tugu Insurance tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat berpengaruh kepada harga efek, atau pun keputusan investasi para investor.
“Kami pun tidak punya informasi atau fakta material yang dapat berpengaruh, yang belum diungkapkan ke publik,” papar Indra.
Sementara, berdasarkan data dari Dunia Invetasi, saham TUGU di kurun waktu 1 September 2020 sampai penutupan perdagangan kemarin sore (22 September 2020), dalam tren penurunan.
Pada 1 September 2020, saham TUGU seharga Rp 2.320 per lembar. Sedangkan kemarin sore, harganya di Rp 1.390 per lembar.
Selama kurun waktu tersebut, tidak tercatat adanya investor asing yang bertransaksi terhadap saham TUGU.
Untuk investor lokal, volume transaksi per hari, berkisar 8.200 unit sebagai yang tersedikit, sampai dengan 243.400 unit sebagai yang terbanyak.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
