Jakarta, TopBusiness—Pada masa dampak Covid-19 di Indonesia, jumlah investor pasar modal malah mencatakan kenaikan. Saat ini, jumlah rekening SID mencapai 3,2 juta investor.
“Dan sebanyak 2,4 juta dari situ, merupakan kontribusi dari reksadana,” kata Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Luthfy Zain Fuady, hari ini, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan FestiFund 2020, yang digelar oleh Indo Premier.
Menyampaikan sambutan melalui jaringan internet, dia pun menjelaskan sejumlah hal. Antara lain bahwa penambahan jumlah investor pasar modal tersebut sudah tentu memberikan semacam keoptimisan untuk masa mendatang. “Untuk saat ini, memang kondisi ke depan masih sulit diterka arahnya sebagai akibat Covid-19,” dia menjelaskan.
Satu hal kunci dalam pemulihan ekonomi akibat Covid-19, adalah tersedianya vaksin. Dan saat ini, Indonesia atau juga negara lain di dunia sedang mengupayakan adanya vaksin itu. “Rusia, itu malah sudah mulai memberikan vaksin ke masyarakatnya,” kata Luthfy.
Dikatakannya, OJK sudah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi dampak Covid-19 terhadap pasar modal. Antara lain dengan mengatur jam perdagangan pasar modal. “Di samping itu, kalangan MI (manajer investasi) sudah banyak melakukan langkah mengatasi dampak Covid-19. Misalnya seperti yang dilakukan melalui FestiFund 2020 ini,” kata dia.
FestiFund 2020 merupakan festival melalui internet, tentang literasi dan inklusi reksadana, terbesar di Indonesia. Festival tersebut mengupas mendetil tentang produk reksadana kepada masyarakat luas.
Berlangsung empat hari, festival tersebut berisikan diskusi interaktif antara peserta dengan narasumber. Dan berisikan totalnya 23 topiknya. Dengan temanya masing-masing.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
