Jakarta, TopBusiness – Kawasan Industri Medan (KIM) merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Sumatera dengan jumlah mitra industri saat ini mencapai 554 mitra industri dengan potensi yang akan terus bertambah, yang telah berdiri selama 32 tahun. Mereka terdiri 43 perusahaan industri berskala besar dalam Kawasan Industri Medan.
Dan operasional dari perusahaan mitra industri yang berada di KIM sudah lama dan semakin berkembang dengan peningkatan eksport. Sehingga peningkatan tersebut juga mengakibatkan peningkatan limbah B3 di Kawasan Industri Medan yang membutuhkan pengelolaan agar tidak mencemarkan lingkungan.
Atas dukungan Kementrian BUMN, PT. KIM dapat menjadi wadah untuk pembangunan industri pengelolaan limbah B3 ini hadir di kawasan-kawasan milik BUMN. Dan ini belajar dari pengalaman kerja sama yang telah diprakarsai PT. Adhi Karya (Persero) dan PT. KIM.
Groundbreaking ini merupakan jawaban awal atas peningkatan pengelolaan limbah B3 di KIM secara khusus dan Sumatera Utara secara umum. Dimana Fasilitas ini direncanakan memiliki unit pengolahan terpadu, berupa Incinerator, IPAL B3, Tempat Pengumpulan dan Pemanfaatan Limbah B3, Spent Bleaching Earth Extraction, Distilasi Minyak Pelumas Bekas, hingga Laboratorium Lingkungan.
Selain mengelola limbah dan sampah di KIM, kehadiran Industri Pengelolaan Limbah B3 ini juga diharapkan akan berdampak untuk me-minimize tingkat pencemaran industri di KIM dan Sumatera Utara akan menjadi daerah tujuan Investasi yang menarik bagi Investor oleh karena pemerintahnya dianggap sangat tanggap dan perduli pertumbuhan Industri, namun tetap memperhatikan kebutuhan penanganan pengelolaan lingkungan.
Foto: Istimewa
