TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pefindo Sebut Likuiditas Bank Kaltimtara Masih Kuat

Busthomi
1 October 2020 | 09:34
rubrik: Ekonomi
Pefindo Sebut Likuiditas Bank Kaltimtara Masih Kuat

Jakarta, TopBusiness –  PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) pada “idA”. Prospek terhadap peringkat Perusahaan adalah “stabil”.

Dan untuk obligor dengan peringkat idA ini memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Hal ini seperti hasil riset dari Pefindo yang disampaikan Hasnalia Hanifah dan Kreshna Dwinanta Armand seperti diterima TopBusiness, di Jakarta, ditulis Kamis (1/10/2020).

Menurut mereka, peringkat tersebut mencerminkan pasar captive Bank Kaltimtara di provinsi Kalimantan Timur dan Utara, permodalan yang sangat kuat, serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang di atas rata-rata. “Namun begitu memang, peringkat tersebut dibatasi oleh kualitas aset yang lemah dan tingkat profitabilitas yang cukup,” tutur dia.

Peringkat dapat dinaikkan, jika Bank Kaltimtara dapat memperkuat posisi bisnisnya secara signifikan dan dapat memperbaiki profil kualitas aset dan profitabilitas secara signifikan dan konsisten.

Akan tetapi, peringkat juga dapat diturunkan jika posisi bisnis perusahaan melemah sebagai akibat dari ekonomi yang menurun pada daerahnya, atau jika Perusahaan mengalami penurunan yang signifikan pada profil permodalan atau likuiditas.

“Kami berpandangan bahwa COVID-19 meningkatkan profil risiko industri perbankan secara keseluruhan, dengan menyebabkan penurunan bisnis yang substansial di hampir semua sektor, mengakibatkan permintaan kredit dan layanan perbankan lainnya yang lebih rendah,” katanya.

Perlambatan bisnis juga melemahkan kemampuan pembayaran debitur, dengan penurunan kualitas aset yang juga memberikan tekanan tambahan pada profitabilitas dan likuiditas bank.

“Dan kami berpandangan bahwa dampak COVID-19 terhadap profil kredit Bank Kaltimtara secara keseluruhan tetap moderat, didukung oleh produk inti kredit konsumen untuk pegawai negeri sipil (PNS) yang mendominasi pada 56,5% dari seluruh portofolio kredit,” terang mereka.

BACA JUGA:   Pekerja Coca-Cola Amatil Demonstrasi di Kantor Pusat

Kredit PNS sendiri memang tidak terlalu terpengaruh oleh pandemi, karena pembayaran angsuran langsung dipotong dari gaji pegawai negeri. Segmen ini mendukung pendapatan dan arus kas Bank di tengah pandemi, dan bertindak sebagai bantalan atas potensi penurunan kualitas aset, dengan 14,1% dari portofolio kredit Bank Kaltimtara berasal dari sektor-sektor terdampak COVID-19, seperti hotel dan restoran, rumah tangga, transportasi, real estate, dan perdagangan.

Untuk itu, Pefindo akan terus memantau dampak pandemi terhadap kinerja Bank dan profil kredit secara keseluruhan.

Bank Kaltimtara didirikan pada tahun 1964 sebagai bank pembangunan daerah yang berfokus di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Pada 30 Juni 2020, 36,5% saham Bank dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, 5,7% oleh Provinsi Kalimantan Utara, dan sisanya oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Kalimantan Timur dan Utara.

Kegiatan usaha Bankaltimtara didukung oleh 1.925 karyawan tetap dan jaringan yang terdiri dari 18 kantor cabang, 99 kantor cabang pembantu, dan 173 kantor kas dan titik pembayaran.

Untuk diketahui, tahun lalu Bank Kaltimtara telah menggalang dana nonkonvensional dari pasar modal dalam bentuk sertifikat deposito atau  negotiable certificate of deposit (NCD) senilai total Rp1 triliun yang diteritkan pada kuartal I dan III-2019.

Penerbitan ini dilakukan dua tahap. Untuk tahap pertama penerbitan NCD sebesar Rp500 miliar dengan jangka waktu 1 tahun  dan tingkat kupon 8,80% per tahun.

Foto: Istimewa

Previous Post

Uang Muka KKB/PKB Berwawasan Lingkungan

Next Post

Kemampuan Keuangan SMF Dinilai Superior

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR