TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kemampuan Keuangan SMF Dinilai Superior

Busthomi
1 October 2020 | 09:49
rubrik: BUMN
Kemampuan Keuangan SMF Dinilai Superior

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat “idAAA” kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Obligasi Berkelanjutan III/2015, Obligasi Berkelanjutan IV/2017, dan Obligasi Berkelanjutan V/2019.

PEFINDO juga menegaskan peringkat “idAAA(sy)” kepada Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I/2019 dan peringkat “idA1+” kepada Surat Berharga Komersial I/2019. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah “stabil”.

Disebutkan Pefindo, obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah superior. Akhiran (sy) mengindikasikan bahwa peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip Syariah.

Hal ini seperti hasil riset dari Pefindo yang disampaikan Kreshna Dwinanta Armand dan Hasnalia Hanifah seperti diterima TopBusiness, di Jakarta, ditulis Kamis (1/10/2020).

Menurut mereka, efek utang jangka pendek dengan peringkat idA1+ adalah kategori peringkat tertinggi yang diberikan PEFINDO. Kemampuan Obligor untuk memenuhi komitmen jangka pendek atas surat utang, relatif terhadap obligor-obligor Indonesia lainnya adalah superior.

“Peringkat Perusahaan mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari Pemerintah Indonesia, kualitas aset yang sangat baik, dan profil permodalan dan likuiditas yang sangat kuat. Akan tetapi, peringkat tersebut dibatasi oleh pertumbuhan industri sekuritisasi KPR yang lambatm” tutur mereka.

Namun begitu, peringkat dapat diturunkan apabila ada penurunan material dari dukungan Pemerintah. PEFINDO melihat pandemi COVID-19 memberikan dampak yang terbatas pada sektor pembiayaan kepemilikan rumah, mempertimbangkan pentingnya peran perumahan untuk masyarakat pada umumnya dan tingginya backlog perumahan di Indonesia.

Dorongan Pemerintah menempatkan perumahan rakyat sebagai salah satu sektor penting dalam kerangka pembangunan juga memberikan keberlanjutan jangka panjang dalam sektor ini. Tingkat harga dan kebijakan underwriting yang terjaga secara historis juga membuat sektor ini terhindarkan dari penggelembungan yang signifikan sebelum saat pandemi.

BACA JUGA:   SMF Bayar Bunga EBA Puluhan Miliar

“Kami memperkirakan pandemi ini akan memiliki dampak yang terbatas pada profil kredit SMF, mempertimbangkan tingginya tingkat dukungan dari Pemerintah, terutama dari sisi permodalan, dan status Perusahaan yang beroperasi dengan misi khusus didukung oleh seperangkat peraturan, dan juga ketahanan dari portofolio pembiayaannya,” terangnya.

Portofolio pembiayaan Perusahaan mayoritas berisi pembiayaan kepada bank-bank pemberi kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan klausul recourse yang membuat risiko pembayaran kembali dari debitur akhir terhadap Perusahaan menjadi sangat kecil.

“PEFINDO melihat bahwa faktor-faktor ini dapat memberikan Perusahaan kemampuan untuk menjaga profil kreditnya dalam masa penurunan ekonomi. Selain itu, kami juga melihat kebijakan underwriting yang kuat dan pemantauan yang ketat dari SMF dapat memberikan tambahan pengaman untuk menghadapi potensi volatilitas dalam profil bisnis dan finansialnya,” lanjutnya.

SMF adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membawa misi khusus untuk meningkatkan kepemilikan rumah di Indonesia dengan cara mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan dengan memberikan pembiayaan kepada penyalur KPR seperti bank dan perusahaan pembiayaan, dengan jaminan aset KPR yang telah dimiliki. SMF dimiliki secara penuh oleh Pemerintah Indonesia.

Foto: Istimewa

Tags: obligasi SMFpefindoperingkat surat utangsmf
Previous Post

Pefindo Sebut Likuiditas Bank Kaltimtara Masih Kuat

Next Post

ACT Ajak Masyarakat Optimis dan Bangkit dari Pandemi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR