Jakarta, TopBusiness—Perusahaan induk dari grup BUMN pertambangan RI yakni Inalum (Indonesia Asahan Aluminium) resmi memiliki saham Vale Indonesia (kode emiten: INCO). Nilai saham itu sebesar Rp 5,52 triliun atau setara dengan 1.987.267.745 unit saham. Itu merupakan 20% dari total saham di emiten pertambangan tersebut.
Dalam keterbukaan informasi untuk otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dipublikasikan pada hari ini, Corporate Secretary Vale Indonesia,Cut Fika Lutfi, menjelaskan bahwa sumber 20% saham yang kini dimiliki Inalum, ada dua.
Yang pertama, dari Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining (SMM). Sebanyak 14,9% saham dialihkan dari VCL kepada Inalum. Dan 9,1% saham dialihkan dari SMM ke Inalum.
Lebih lanjut, Cut Fika menjelaskan porsi pemilikan saham Vale Indonesia pasca-pengalihan tersebut. Yakni sebagai berikut: VCL (43,79%), SMM (15,03%), Vale Japan Limited (0,5%), Sumitomo Corporation (0,14%), Inalum (20%), serta publik (20,29%).
“Pengalihan saham tersebut merupakan bagian dari kewajiban kami untuk divestasi yang diatur oleh Perubahan Kontrak Karya, tanggal 17 Oktober 2014,” demikianlah Cut Fika menjelaskan.
Sumber Foto Ilustrasi: Istimewa
