TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hutama Karya Bangun Ruas Feeder Palembang-Bengkulu

Albarsyah
14 October 2020 | 13:52
rubrik: BUMN
Hutama Karya Bangun Ruas Feeder Palembang-Bengkulu

Jakarta, TopBusiness – Dalam rangka percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)  sepanjang ± 2.765 km, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) tak hanya fokus pada  pembangunan JTTS di ruas backbone atau koridor utama yang terbentang dari Lampung  hingga Aceh. Namun, juga terus membangun ruas-ruas feeder atau koridor  pendukung, salah satu ruas feeder yang saat ini tengah dalam proses konstruksi adalah koridor  Palembang – Bengkulu. 

Pada ruas tol koridor pendukung Palembang – Bengkulu terdiri dari 3 ruas, yakni ruas  Simpang Indralaya – Muara Enim (119 km) yang terbagi menjadi 2 seksi yaitu seksi 1  Indralaya – Prabumulih (65 km) dan seksi 2 Prabumulih – Muara Enim (54 km). Kedua, ruas  Muara Enim – Lubuk Linggau (115 km) dan ketiga ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu  (96 km) yang terbagi menjadi 3 seksi yakni seksi 1 Bengkulu – Taba Penanjung (18 km),  seksi 2 Taba Penanjung – Kepahiang (28 km) dan seksi 3 Kepahiang – Lubuk Linggau (54  km). Ketiga ruas ini merupakan perluasan dari ruas Palembang – Simpang Indralaya sepanjang  22 km yang telah beroperasi penuh sejak 2018 silam. 

Direktur Operasi I Hutama Karya, Suroto, menyampaikan bahwa progres pembangunan JTTS  di sepanjang koridor Palembang – Bengkulu cukup baik. “Meski ditengah situasi pandemi, proyek pembangunan di masing-masing ruas yang kita targetkan konstruksi tahun ini terus  berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat bagi seluruh karyawan dan pekerja. Ruas Sp Indralaya – Muara Enim sepanjang 119 km dan ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu sepanjang 96 km telah dimulai konstruksinya, sedangkan ruas Muara Enim  – Lubuk Linggau sepanjang 115 km masih dalam proses persiapan konstruksi.” tutur Suroto, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Top Business.

BACA JUGA:   Holding RS BUMN Jalin Sinergi dengan IJN Malaysia

Secara teknis, hingga saat ini  progres pembangunan pada koridor pendukung  Palembang – Bengkulu yakni, Ruas Sp Indralaya – Muara Enim (119 km) seksi 1 Indralaya – Prabumulih (65 km) telah mencapai 17% progres konstruksi dan seksi 2 Prabumulih – Muara  Enim (54 km) telah mencapai 4% progres konstruksi. Sedangkan ruas Lubuk Linggau – Curup  – Bengkulu (96 km) yang saat ini telah dimulai konstruksinya yakni seksi 1 Bengkulu – Taba  Penanjung (18 km) termasuk pesat dalam pembangunannyadengan progres konstruksi  mencapai 51% dan progres pembebasan lahan mencapai 70%. 

“Keberadaan jalan tol di sepanjang koridor Palembang – Bengkulu didukung penuh oleh komponen masyarakat dan pihak-pihak terkait. Di ruas Sp Indralaya – Muara Enim, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Perkebunan Nusantara VII, karena konstruksi yang saat ini sedang berjalan dan pesat progresnya berada diatas lahan milik PTPN VII. Sedangkan di  ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu seksi Bengkulu – Taba Penanjung, progress  pembangunan cukup pesat karena masyarakat menilai pembangunan tol ini positif. Berkat  dukungan masyarakat, proses pembebasan lahan bisa bergerak secara maksimal dan konstruksi  terus berjalan. Kami berharap kedepannya, proses percepatan pembangunan JTTS ini  mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait, sehingga minim kendala dan kami  dapat terus menghubungkan kebaikan untuk masyarakat Indonesia,” tegas Direktur  Operasi I Hutama Karya. 

Pembangunan JTTS yang saat ini tengah menyentuh Bumi Rafflesia dinilai akan memberikan dampak positif terutama bagi perekomian masyarakat sekitar. Mengutip laman rctiplus.com, Provinsi Bengkulu memiliki potensi alam yang patut disambangi oleh kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Heri Purwanto, menyampaikan keberadaan tol Lubuk Linggau –Bengkulu dipastikan akan berdampak pada  geliat sektor wisata. “Pengembangan sektor pariwisata sangat strategis dengan adanya  pembangunan tol ini. Kemudahan akses lalu lintas akan mendongkrak kunjungan wisatawan,” ujar Heri. 

BACA JUGA:   Transformasi Hotel HAKA Semarang Oleh HK Realtindo yang semakin “UP-PEAK”

Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang  ± 1.160 km, dengan 651 km ruas tol dalam tahap konstruksi dan 509 km ruas tol yang telah  beroperasi secara penuh. Ruas tol yang telah beroperasi, diantaranya, ruas Medan – Binjai seksi  2 & 3 (13 km), ruas Palembang – Indralaya (22 km), ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (141  km), ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), ruas Sigli – Banda  Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 km) dan ruas Pekanbaru – Dumai (131 km). 

Previous Post

Program Padat Karya Pamsimas dan Sanimas Kementerian PUPR Capai 100%

Next Post

Kemenperin Kembangkan OMAI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR