Jakarta, TopBusiness—Total liabilitas (kewajiban/utang) Triniti Land berkurang drastis dari Rp 1,30 triliun menjadi Rp 475 miliar. Hal itu diproyeksikan terjadi untuk laporan keuangan 2020, setelah adanya dilusi pemilikan saham perusahaan tersebut pada anak perusahaannya: Triniti Dinamik.
Direktur Utama Perintis Triniti Properti (Triniti Land), Ishak Chandra, menjelaskan hal tersebut dalam keterbukaan informasi untuk publik, di Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan kemarin.
Ishak menjelaskan bahwa pemilikan pihaknya di Triniti Dinamik, terdilusi dari 53,37% menjadi 18,12%. Sementara, proses dilusi tersebut menyebabkan berkurangnya total liabilitas Triniti Land dari Rp 1,30 triliun menjadi Rp 475 miliar.
Kemudian, Ishak menjelaskan sejumlah proyeksi lain akibat dilusi tersebut. Satu di antara itu, debt to equity ratio membaik dari 1,74 menjadi 0,74.
Kemudian, total aset Triniti Land sebelum dilusi yang senilai Rp 2,06 triliun, diproyeksikan menjadi Rp 1,30 triliun.
“Terjadinya dilusi atas kepemilikan saham pada Triniti Dinamik, menyebabkan proyeksi total aset kami pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 753 miliar, namun penurunan tersebut inline dengan penurunan utang/kewajiban sebesar Rp 832 miliar. Bisa disimpulkan, penurunan utangnya kami lebih tinggi dibandingkan dengan penurunannya total aset,” kata Ishak.
Sementara, berdasarkan data transaksi dari RTI Infokom, saham Triniti Land pada sekitar jam 09.40 pagi ini, seharga Rp 230 per lembar. Maka dengan demikian, menurun Rp 10 per lembar.
Sedari awal perdagangan sampai sekitar jam 09.40 tersebut, saham TRIN ditransaksikan di kisaran 31.000 unit. Untuk harga pembukaan pada hari ini, saham TRIN ada di Rp 240 per lembar.
Sumber Foto Ilustrasi: Istimewa
