TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Defisit APBN 2020 Membengkak Jadi Rp 682,1 Triliun

Nurdian Akhmad
19 October 2020 | 14:16
rubrik: Ekonomi
Konferensi Pers : APBN KITA Edisi Oktober 2020

Jakarta, TopBusiness – Defisit APBN hingga akhir September 2020 mencapai Rp 682,1 triliun atau mencapai 4,16 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi tersebut jauh melebar dibandingkan defisit yang terjadi pada periode yang sama tahun lalu Rp 252,41 triliun atau 1,34 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, defisit anggaran tersebut masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain yang mencapai double digit.

“Defisit anggaran 4,16 persen ini masih sesuai dengan yang ada dalam Perpres 72. Defisit 4,16 persen ini tolong diingat defisit di berbagai negara lain bahkan di atas belasan atau sampai 20 persen,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers online APBN KiTa, Senin (19/10/2020).

Secara rinci, pendapatan negara hingga akhir bulan lalu mencapai Rp 1.159 triliun atau turun 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Penerimaan perpajakan (pajak dan bea cukai) hanya Rp 892,4 triliun atau turun 14 persen (yoy). Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hanya Rp 260,9 triliun atau turun 13,6 persen (yoy).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani didampingi Dirjen Pengelolaan dan Resiko, Luky Alfirman (kiri) usai memberikan keterangan pers terkait APBN Kinerja dan Fakta (Kita) Agustus 2019 di Kantor Kemenkeu.

Untuk belanja negara secara keseluruhan sudah terealisasi Rp 1.841,1 triliun atau sudah 67,2 persen dari alokasi dalam Perpres 72. Angka tersebut juga meningkat 15,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 1.594,66 triliun.

Untuk belanja pemerintah pusat realisasinya mencapai Rp 1.211,4 triliun atau melesat 21,2 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 999,32 triliun. Angka tersebut setara dengan 61,3 persen dari target serapan dalam APBN yang sebesar Rp 1.975,2 triliun.

BACA JUGA:   Cadangan Devisa Akhir Maret Capai USD123,2 Miliar

Untuk belanja, Kementerian atau Lembaga (K/L) realisasinya sebesar Rp 632,1 triliun atau tumbuh 13,7 persen (yoy), sementara belanja non-K/L sebesar Rp 579,2 triliun atau tumbuh 30,7 persen (yoy).

Terakhir, untuk belanja transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) realisasinya sudah mencapai Rp 629,7 triliun, atau 82,4 persen dari target Perpres 72 yang sebesar Rp 763,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 5,8 persen (yoy).

Untuk transfer ke daerah mencapai Rp 82,6 triliun atau tumbuh 3,8 persen (yoy) dan Dana Desa mencapai Rp 57,7 triliun atau tumbuh 42,2 persen (yoy).

Tags: apbn 2020defisit apbn
Previous Post

Hutama Karya Bangun Projek Prioritas Nasional di Sumbawa Barat

Next Post

Bank Mandiri Siapkan Fasilitas Pembiayaan PEN kepada Supplier/Vendor Pelindo IV

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR