Jakarta, TopBusiness – Hingga akhir perdagangan Kamis (22/07/2020), indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan masih bergerak flat bahkan cenderung kembali menurun. Pasalnya, Wall Street, Bursa Saham New York mengalami tekanan di akhir perdagangannya.
“Hari ini akan ada rilis data penjualan motor Indonesia per Sep-20 yang menurut consensus terkontrekasi 40%, sedikit lebih baik dibanding Aug-20 yang 46,9%. Kami memperkirakan hari ini IHSG akan bergerak kembali flat, seiring minimnya sentimen baik itu dari global maupun domestik,” demikian hasil riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via website samuel.co.id, di Jakarta.
Pasar saham Amerika ditutup melemah. DJIA turun 0,35% ke level 28.210, diikuti S&P500 0,22%, dan Nasdaq 0,28%. Mayoritas pasar wait and see menunggu kepastian paket stimulus AS yang masih belum menemukan titik temu.
Indeks EIDO plus 2,17% dan IHSG Rabu ditutup minus 0,07% menjadi 5.096 dengan pemberat saham BMRI, BNLI dan BBCA. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 116,9 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 140,9 miliar), TLKM (Rp 87,4 miliar), dan BMRI (Rp 61,7 miliar). Sementara net buy dicatatkan ASII (Rp 122 miliar), BBRI (Rp 60,2 miliar), dan INTP (Rp 39,2 miliar). Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu), IHSG menguat 0,14%, disertai net sell asing Rp 647 miliar pada pasar regular.
Kasus baru Covid-19 Rabu diumumkan naik menjadi 4.267 (Selasa: 3.602) dengan tingkat kesembuhan lebih rendah yaitu 3.856 (Selasa: 4.410) dan kematian 123 kasus (Selasa: 117). Total kasus Covid-19 Indonesia telah mencapai 373.109 kasus dengan rasio kasus ditutup sebesar 83,2% per 21 Okt 2020 (20 Okt 2020: 83,1%).
Foto: Rendy MR
