TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekspor Nonmigas Industri Pengolahan sebesar USD 94,36 Miliar

Agus Haryanto
23 October 2020 | 13:07
rubrik: Ekonomi
Ekspor Nonmigas Industri Pengolahan sebesar USD 94,36 Miliar

Jakarta, TopBusiness – Ekspor nonmigas dari industri pengolahan sepanjang Januari-September 2020 tercatat sebesar USD 94,36 miliar. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih memberikan sumbangsih paling besar terhadap total nilai ekspor nasional pada periode yang sama.

“Artinya, sektor industri kita tetap agresif mendobrak pasar internasional di tengah masa yang sulit karena dampak pandemi Covid-19,” Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, R. Janu Suryanto, di Jakarta, Jumat (23/10).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama sembilan bulan ini, nilai ekspor Indonesia secara kumulatif pada Januari–September 2020 berada di angka USD 117,19 miliar. Sementara kontribusi nilai pengapalan dari sektor industri pengolahan menembus 80,5 persen. “Neraca perdagangan industri pengolahan pada periode Januari-September 2020 adalah surplus sebesar USD 8,87 miliar,” ungkap Janu.

Adapun kinerja gemilang ditorehkan industri makanan dengan nilai ekspor mencapai USD 21,31 miliar atau naik 10,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

Selanjutnya, diikuti industri logam dasar yang mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 16,96 miliar atau naik 30,7 persen dari capaian di periode yang sama tahun lalu. “Kemudian, nilai ekspor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia melebihi USD 9 miliar,” sebut Janu.

Sementara itu, angka pengapalan industri tekstil dan pakaian jadi menembus USD 8 miliar, serta industri kertas dan barang dari kertas mencatatkan nilai ekspor hingga USD 5,16 miliar. “Pada Januari-September 2020 ini, ada sejumlah sektor industri yang kinerja ekspornya naik signifikan dari tahun lalu,” tutur Janu.

Sektor yang mengalami pertumbuhan ekspornya positif di atas 10 persen, antara lain, industri pencetakan dan reproduksi media rekaman dengan nilai ekspor sebesar USD 29,78 juta (naik 27,8 persen). Kemudian, industri furnitur yang nilai ekspornya USD 1,59 miliar (naik 15,2 persen), serta industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional dengan nilai ekspor mencapai USD 484,79 juta (naik 10,1 persen).

BACA JUGA:   Sidang di Luar Gedung Pengadilan, Efisiensi atau Pemborosankah?

Kapusdatin Kemenperin pun memaparkan, kinerja ekspor industri pengolahan pada bulan September 2020 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m). “Untuk neraca perdagangan industri pengolahan pada bulan September 2020 juga mencatatkan surplus, dengan nilai USD2,04 miliar,” imbuhnya.

Nilai ekspor industri pengolahan pada bulan September 2020 tercatat sebesar USD11,56 miliar, naik sebesar 7,3 persen dari Agustus 2020 (m-to-m) yang mencapai USD10,77 miliar. Apabila dibandingkan dengan bulan September 2019 (year-on-year), kinerja ekspor industri pengolahan bulan September 2020 naik hingga 6,6 persen.

“Pada bulan September 2020, China menjadi negara tujuan ekspor utama industri pengolahan dari Indonesia, diikuti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan India,” tandas Janu.

Foto: kemenperin.go.id

Previous Post

SIDO akan Bagi Dividen Interim

Next Post

KAI Tambah Perjalanan Kereta Api

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR