TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ditopang Segmen Korporasi, Kredit Bank BTPN Tumbuh 6%

Busthomi
28 October 2020 | 11:25
rubrik: Finance
Naik 40%, Laba Bersih Bank BTPN Rp2,6 T

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bank BTPN Tbk (BTPN) berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang sehat serta menjaga fundamental tetap baik pada akhir kuartal III-2020. Capaian perseoan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dalam negeri akibat hantaman pandemi COVID-19.

Tercatat, Bank BTPN menyalurkan kredit sebesar Rp 148,8 triliun sampai dengan akhir kuartal III-2020 atau meningkat 6% dibanding periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Angka ini juga jauh di atas rata-rata industri yang dicatat oleh Bank Indonesia pada periode yang sama, yaitu amblas ke level 0,12%.

Pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh segmen korporasi yang meningkat 21% menjadi Rp 89,3 triliun pada akhir kuartal III-2020. Pembiayaan segmen korporasi yang merupakan pembiayaan jangka panjang, di antaranya untuk proyek ketahanan energi, ketahanan pangan dan infrastruktur. Langkah ini merupakan komitmen Bank BTPN terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur bahwa kami masih bisa membukukan pertumbuhan kredit yang cukup bagus, bahkan di atas pertumbuhan industri, di tengah situasi ekonomi yang menantang bagi kita semua. Hal ini tidak lepas dari kepercayaan nasabah kepada layanan perbankan kami,” kata Ongki Wanadjati Dana, Direktur Utama Bank BTPN, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip doi Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Meski bertumbuh positif, persseroan tetap bisa mengawal kualitas kredit Bank BTPN yang tetap terjaga sehat. Hal ini tercermin dari gross rasio net performing loan (NPL) yang berada di level 1,10% pada akhir September 2020. Angka ini juga masih relatif rendah dibandingkan NPL industri perbankan yang pada akhir Agustus 2020 tercatat sebesar 3,22%.

Untuk pemenuhan kebutuhan pembiayaan kredit, lanjut Ongki, Bank BTPN menghimpun pendanaan sejumlah Rp149,9 triliun sampai dengan akhir bulan September, atau naik 3% (yoy). Total pendanaan ini berasal dari dana pihak ketiga (DPK) sejumlah Rp 100,8 triliun, pinjaman dari pihak lain sebesar Rp 42,6 triliun, serta pinjaman subordinasi senilai Rp 6,5 triliun rupiah.

BACA JUGA:   Meski Penjualan Domestik Melambat, Unilever Tetap Kantongi Laba Rp5,7 T di 2021

Dengan realisasi penyaluran kredit dan pendanaan tersebut, rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat yang sehat. Seperti LCR (Liquidity Coverage Ratio) berada di 246,45%, NSFR (Net Stable Funding Ratio) di 113,13% per posisi akhir September 2020. Bank BTPN juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 3% (yoy), dari Rp 182,2 triliun menjadi Rp 186,9 triliun, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di posisi 24,9%.

“Kami yakin dengan permodalan yang kuat dan dukungan global dari SMBC (Sumitomo Mitsui Banking Corporation), kami akan mampu memberi pelayanan lebih baik kepada jutaan nasabah serta berkontribusi lebih nyata kepada perekonomian nasional,” kata Ongki.

COVID-19 mempengaruhi kinerja industri perbankan di tahun ini, termasuk Bank BTPN. Melemahnya kondisi perekonomian dan pengaruhnya terhadap debitur perbankan menyebabkan biaya CKPN juga meningkat sebesar 84% menjadi Rp 1,95 triliun, net interest income turun 2% menjadi Rp 7,9 triliun dengan ada penurunan yield seiring penurunan suku bunga acuan BI dan restrukturisasi kredit.

Selanjutnya, biaya operasi dapat dijaga dengan baik, turun sebesar 2% (yoy). Kenaikan biaya CKPN dan tekanan di pendapatan bunga bersih bank menyebabkan laba bersih Bank BTPN turun sebesar 21% secara yoy menjadi Rp 1,5 triliun sepanjang periode Januari-September tahun ini.

Terkait portofolio yang terdampak langsung dari pandemi, Bank BTPN telah melakukan langkah restrukturisasi. Hingga akhir September 2020 total nilai kredit yang disetujui untuk mendapat restrukturisasi kredit adalah sebesar Rp 11,6 triliun atau sekitar 7,8% dari keseluruhan portofolio kredit konsolidasi.

Di tengah pandemic ini, Bank BTPN konsisten mengembangkan digitalisasi dengan produk Jenius sebagai platform untuk melayani segmen nasabah yang lebih luas sekaligus memenuhi kebutuhan para pelaku ekonomi digital.

BACA JUGA:   Kredit Terkerek Double Digit, Sepanjang 2022 Laba Bank Danamon Melambung 110%

Total pengguna Jenius naik 37% (yoy) menjadi 2,8 juta, sementara total dana pihak ketiga bertumbuh 136% menjadi hampir Rp 12,2 triliun (yoy). Pertumbuhan jumlah pengguna dan dana pihak ketiga Jenius tidak lepas dari kebutuhan masyarakat yang makin meningkat terhadap produk simpanan di era pandemi ini.

“Selain itu, Jenius juga telah meluncurkan beberapa fitur untuk merespon kebutuhan nasabah digital savvy di masa pandemi yang terlahir dari kokreasi Jenius, antara lain Jenius QR, Multi Flexi Saver, Jenius untuk Bisnis, serta Top Up BNI TapCash,” pungkas dia.

Foto: Istimewa

Tags: bank BTPNdigital bankingkinerja keuanganKredit bank
Previous Post

Marketplace Ini Gelar Lomba Sepeda Virtual Bertema #Semangat28

Next Post

Kolaborasi 7 BUMN, Brantas Abipraya Luncurkan Kampung Milenial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR