
Jakarta-Thebusinessnews. PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung ( PT JIEP ) selaku pengelola Kawasan Industri Pulogadung (KIP ) terus membehani infratruktur. Dalam tahun ini, telah menganggarkan Rp 30 miliar untuk itu.
Pada tahun 2014 telah mengelontorkan Rp 84 miliar untuk memperbaiki sarana Jalan didalam kawasan sepanjang 14 kilometer. “ Tahun ini kami teruskan perbaikan jalan dan infratruktur lainnya, untuk itu kami menganggarkan Rp 30 miliar, “ ujar Direktur Utama PT JIEP, Rahmadi Nugroho, di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2015. Disela sela perayaan HUT PT JIEP ke 42.
Angka itu belum termasuk aspek penertiban kawasan yang cukup menelan biaya besar. Penertiban yang dimaksud dengan membangun e-Gate. Hal ini untuk mengurangi kesan bahwa KIP menjadi sangat terbuka, karena semua akses gerbang bisa di lalui oleh semua pihak tanpa terkontrol. “ kami ini menata kawasan ini dengan tujuan meningkatkan nilai kawasan ini sendiri, sehingga yang berusaha disini akan nyaman dan kondusif “ tutur dia.
Rencana e-Gate akan beroperasi pada bulan Agutus 2015, dengan demikian yang bisa melalui gerbang itu hanya 3 tipe pengunjung , pertama pemegang free og charge ,berlangganan dan umum. Untuk free of charge terdiri penguna lahan dan bangunan KIP, pihak terkait . kedua, langganan, selain dari kriteria pertama dengan tarif khusus dan umum bagi warga serta pelintas yang membutuhkan jalan pintas.
Sementara itu, Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta, Busrol Amin meminta kepada manajemen PT JIEP harus terus meningkatkan pelayana. Sebab saat ini telah banyak berdiri kawasan industri sehingga persiangan makin ketat.” Agar JIEP selalu menjadi pilihan tempat berinvestasi maka JIEP harus meningkatkan pelayanan agar jangan kalah dengan kawasan lain , apalagi JIEP merupakan Kawasan industri pertama di Indonesia, “ harap dia.
Busrol menambahkan, Provinsi DKI Jakarta saat ini masih menjadi pilihan berinvestasi. Hal itu terlihat dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM ) bahwa masih menduduki nomor 2 sebagai daerah tujuan berinvestasi setelah Provinsi Jawa Barat. “ Peluang itu harus di tangkap oleh JIEP, “ tutup dia. (AZ)