Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Jumat (13/11/2020) akhir pekan di Bursa Efek Indonesia berpotensi melanjutkan pengurangan poin. Pasalnya, bursa saham Wall Street terkontraksi.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, menjelaskan bahwa tingkat inflasi tahunan Amerika turun dari bulan sebelumnya menjadi 1,2% (prev: 1,4%; cons: 1,3%), dan berada dibawah ekspektasi pasar. Rendahnya tingkat inflasi masih sesuai dengan ekspektasi Chairman The Fed, Jerome Powell, sebagaimana yang dinyatakan olehnya minggu lalu, bahwa penyebaran Covid-19 masih akan menekan aktivitas konsumsi di masa mendatang. Rendahnya inflasi juga memberi ruang untuk suku bunga tetap berada di level yang rendah saat ini.
Perdagangan pasar saham AS ditutup melemah, dipimpin oleh dow jones 1,08% dan S&P 1,00%, sementara Nasdaq 0,65%. Yield 10Y Treasury AS saat ini berada di level 0,883, masih dalam tren kenaikan, sementara komoditas Gold (Comex) bergerak sideways di level USD 1.874,85 /troy oz. setelah sempat melemah signifikan seiring dengan keluarnya berita vaksin.
Dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan optimis ekonomi indonesia di 4Q20 akan tumbuh positif, terutama didorong oleh perbaikan yang sudah terlihat di 3Q20 dan ekspansi percepatan realisasi anggaran. Baru ini, pemerintah juga melakukan reclusterisasi program PEN untuk mempercepat penyerapan. Reclusterisasi ini dilakukan dengan realokasi anggaran dari pos satu ke pos yang lain.
Foto: Rendy MR
