Jakarta, TopBusiness – Pandemi covid-19 membuat jumlah penduduk miskin semakin membengkak. Berdasarkan prediksi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2021 akan mencapai 10,5 persen atau tambah sekitar 1 jutaan menjadi 28,37 jiwa.
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, perhitungan penduduk miskin di tahun 2020 yang dilakukan awal tahun itu belum mencerminkan situasi sebenarnya pandemi.
Selain itu, meningkatnya jumlah kemiskinan asumsinya adalah akibat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tidak cukup kuat menahan laju penurunan konsumsi masyarakat, khususnya kalangan miskin dan rentan miskin.
Jumlah pengangguran yang meningkat juga dinilai menimbulkan efek tambahan ke bertambahnya jumlah penduduk miskin tahun depan.
“Hal inilah yang pada akhirnya di tahun 2021 kami melihat memang terjadi peningkatan. Penduduk miskin jebol kembali di atas dua digit atau sekira 10,5 persen,” kata Tauhid dalam webinar, Senin (23/11/2020).
Dia menambahkan, jumlah persentase kemiskinan sebesar 10,5 persen dari total penduduk Indonesia tersebut kembali lagi ke awal periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Ini yang saya kira kita akhirnya kembali ke periode awal masa pemerintahan Pak Presiden. Bahwa akhirnya tembus lagi penduduk miskin di atas 10 persen begitu,” ucap Tauhid.
