TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

GAPKI: Kampanye Negatif Sawit Sudah Tak Rasional

Nurdian Akhmad
27 November 2020 | 16:39
rubrik: Business Info
Usai IPO, Emiten Sawit Ini Yakin Bisa Kompetitif

Ilustrasi industri sawit. FOTO: Istimewa

 Jakarta, TopBusiness – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono menilai, kampanye hitam terhadap industri kelapa sawit sudah melewati batas dan menjurus kepada kebencian kepada industri tersebut.

“Kampanye negatif terus dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif, khususnya publikasi dan pemberitaan. Konten kampanye sudah tidak rasional dan sangat tendensius,” ujar Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono dalam keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).

Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono meminta masyarakat untuk tidak ikut memviralkan berita negatif yang menjelekkan industri sawit di Indonesia karena sangat merugikan banyak orang. “Mari kita viralkan yang positif-positif saja. Kita jaga kepentingan nasional bangsa Indonesia,” ajak Joko Supriyono.

Senada dengan Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono, salah seorang Tokoh Masyarakat Papua bernama Pastor Felix Amias turut menanggapi pemberitaan BBC News Indonesia pada 12 November lalu.

Felix menyebut kalau memang bertujuan membela kepentingan rakyat dengan alasan masyarakat jangan kehilangan hutan dan hutan itu juga merupakan paru-paru dunia maka semua perusahaan yang ada di sekitar sana mestinya disoroti semuanya.

“Kalau hanya menyoroti PT Korindo dan membiarkan yang lain dengan bebas membuka perkebunan, maka terlalu jelas bahwa Anda tidak benar-benar membela rakyat tetapi hanya memanipulasi rakyat untuk kepentingan anda sendiri. Saya mengatakan demikian karena gambar-gambar dalam video dan terutama dalam artikel itu terkesan manipulatif untuk menggiring opini publik agar percaya bahwa PT Korindo melanggar hukum dan HAM,” ujar Pastor Felix dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Pastor Felix, manipulasi gambar sangat terlihat jelas dalam video yang digunakan oleh BBC News Indonesia. “Gambar masyarakat di rumah gubuk sebelah Sungai Digoel di depan Asiki itu bukan pemilik dusun yang diusir PT Korindo. Mereka itu orang-orang dari kampung sekitar yang datang tinggal di sebelah Digoel untuk ternak babi,” katanya.

BACA JUGA:   Kartu Kredit Digital Ini Disetujui 60 Detik

“Saya mengatakan demikian karena salah satu rumah gubuk di situ adalah saudara saya yaitu Ibu Yustina Kemon. Ibu Yustina dan suaminya tinggal menumpang di situ untuk ternak babi,” kisahnya.

Demikian pula dengan pembukaan video yang memperlihatkan seorang ibu sedang menari dengan pakaian adat. Pastor Felix yang berasal dari Suku Auyu memastikan bahwa seorang ibu yang sedang menari dengan pakaian adat berasal dari Suku Auyu.

Tags: gapkiindustri sawit
Previous Post

Indeks Komposit Jakarta Plus 0,41 Persen

Next Post

IHSG Dibayangi Profit Taking

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR