TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Investasi Baru di Industri Agro Capai Rp 32,5 Triliun

Nurdian Akhmad
1 December 2020 | 16:25
rubrik: Ekonomi
Ultah ke-30, Astra Agro Tanam 30.000 Pohon Mangrove

Petani sawit sedang memetik buah sawit/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong peningkatan investasi di sektor industri agro agar dapat memperkuat struktur di dalam negeri sehingga bisa lebih berdaya saing.

 Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengatakan diperlukan kebijakan strategis untuk mempercepat realisasi penanaman modal di dalam negeri.

 “Kami mencatat lebih dari Rp32,5 triliun investasi baru yang akan masuk pada sektor agro dengan total sekitar 26 proyek,” kata Rochim melalui keterangan tertulis, Selasa (1/12/2020).

Dirjen Industri Agro menyebutkan pihaknya membagi tiga sektor industri agro yang sedang diakselerasi untuk terus tumbuh dan meningkatkan kapasitas produksinya. Pertama, industri makanan, hasil laut, dan perikanan yang akan meliputi komoditas gula, tepung, pakan, penggilingan jagung, serta biskuit.

 “Untuk industri makanan tersebut, total akan ada sembilan proyek dengan investasi senilai Rp19,94 triliun,” ungkapnya.

 Sektor kedua, yakni industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar yang meliputi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), susu dan olahan susu, minuman ringan, serta cokelat. Total sektor ini akan ada tujuh proyek dengan investasi senilai Rp2,66 triliun.

 Ketiga, industri hasil hutan dan perkebunan yang meliputi refinery dan fraksinasi sawit, biodiesel, minyak sawit, pulp, dan kertas. Total bakal ada 10 proyek dengan investasi senilai lebih dari Rp10 triliun.

 Berbagai investasi tersebut diharapkan dapat mengerek kinerja industri agro, terlebih setelah terkena dampak signifikan akibat pandemi covid-19.

 “Sektor-sektor itu sangat esensial karena terkait dengan kebutuhan utama masyarakat,” ujar Rochim.

 Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kemenperin Supriadi menyampaikan investasi di industri makanan dan minuman (mamin) telah mencapai Rp40,5 triliun. Angka tersebut merupakan 20 persen dari total investasi ke industri pengolahan, yang senilai Rp201,8 triliun sepanjang Januari-September 2020.

BACA JUGA:   Digitalisasi Dorong Investasi Makin Diminati Kaum Muda

 “Pemerintah juga telah menetapkan beberapa sektor industri prioritas yang akan dikembangkan dan tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN), yang mana industri pangan termasuk dalam salah satu industri andalan yang diprioritaskan pengembangannya,” paparnya.

 Supriadi mengemukakan, salah satu fokus pengembangan industri mamin yang akan dilakukan pada tahun 2021 adalah menjaga ketersediaan bahan baku. Ketersediaan bahan baku di industri mamin sangat penting untuk mencukupi dari sisi jumlah, kualitas, maupun kontinuitas produksi.

 “Di samping itu, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu pertimbangan para investor. Berikutnya, adalah ketersediaan pasar dan fasilitas fiskal juga menjadi pendorong penanaman modal oleh para investor,” kata Supriadi.

Tags: industri agroinvestasi
Previous Post

Indeks Komposit Jakarta Melambung 2 Persen

Next Post

Kembangkan Pasar Modal, Ini Rencana KPEI dan KSEI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR