Jakarta, TopBusiness – Di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami resesi tak menghambat PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. Apalagi kebutuhan di Kalsel terus meningkat.
Bahkan, pada tahun 2018 pihaknya menduduki peringkat empat penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) se-Indonesia. Meskipun industri properti sangat terdampak dengan situasi ekonomi, namun perusahaan tetap berupaya agar kredit kepemilikan rumah bagi MBR bisa tetap tersalurkan.
Menurut Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin dalam penyaluran FLPP, Bank Kalsel selalu memenuhi target berdasar kuota yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP). Untk itu, pihaknya pun berharap pemerintah memberikan tambahan kuota penyaluran KPR FLPP.
“Kami yakin tambahan kuota FLPP bisa turut menggerakkan ekonomi Kalsel khususnya bagi pengusaha dan pekerja di sektor properti. Kami berharap Pak Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR) dan Pak Arief Sabaruddin (Direktur Utama PPDPP) dapat mempertimbangkan permintaan penambahan kuota bagi Bank Kalsel di tahun 2021 ini,” tutur Agus dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (8/12/2020)
Untuk diketahui, Bank Kalsel setiap tahunnya selalu mengupayakan tambahan kuota FLPP kepada Kementerian PUPR. Tahun 2019, Bank Kalsel hanya mendapatkan kuota 657 unit dari permintaan yang diajukan 926 unit, sementara tahun ini hanya mendapatkan kuota 1.160 unit dari permohonan yang diharapkan sebanyak 3.000 unit. Dan kuota tersebut telah habis diserap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada kuartal IV ini. Proses penyaluran dilakukan dengan menggandeng 60 developer yang tersebar di 21 unit kerja.
Tercatat sejak Kuartal I sampai dengan Kuartal III Tahun 2020, Bank Kalsel Konvensional berhasil menyalurkan 576 unit rumah dari kuota 595 atau secara persentase 95,23% dan Bank Kalsel Syariah berhasil menyalurkan 100% dari kuota sebanyak 582 unit. Atas dasar tersebut Bank Kalsel selalu mengupayakan tambahan kuota FLPP kepada Kementerian PUPR per kuartal.
Sejauh ini, permintaan perumahan subsidi masih tinggi di Kalsel. Hal itu didorong oleh PNS dan Karyawan milenial yang belum seluruhnya memiliki hunian. Kehadiran FLPP baik dalam bentuk subsidi bunga dan bantuan uang muka bisa menjadi solusi atas kebutuhan hunian tersebut.
“Selain itu, tentu bisa membantu para pekerja industri properti seperti mandor, buruh bangunan, tenaga pemasaran, untuk bisa mendapatkan penghasilan dari pembangunan perumahan bersubsidi. Hal ini tentu akan sangat berdampak di tengah-tengah ekonomi yang sedang lesu,” ujar Agus.
Sebelumnya, Direktur Utama PPDPP Kemen PUPR, Arief Sabaruddin menjelaskan bahwa per 6 November 2020 realisasi program FLPP sudah mencapai 100,71 persen atau senilai Rp10,58 triliun dengan total penyaluran 758.882 unit dari target yang ditetapkan yakni sebanyak 110 ribu unit.
Foto: Istimewa
