Jakarta-Thebusinessnews. Kondisi perlambatan ekonomi dunia dan dalam negeri memukul semua sektor industri. Namum PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk ( SIDO ) nampaknya tidak merasakan hal itu.
Pasalnya pertumbuhan penjualan Raksasa Jamu tanah air ini hanya tumbuh 1 persen dibanding penjualan tahun 2014. “ Kalau tumbuh 1 persen dari tahun lalu kami bisa nilai sendiri, “ ujar Direktur Utama PT Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2015.
Tahun 2014, angka penjualan SIDO mencapai Rp 2,197 triliun sementara per kuartal I 2015 penjualan sebesar Rp 509,4 miliar. sementara angka semester I 2015 hanya tumbuh 1 persen ketimbang penjualan tahun 2014.
Untuk lebih meningkatkan angka penjualan Bos Jamu ini giat mengejar pasar luar negeri. Sementara ini porsi pendapatan dari luar negeri baru mencapai 5 persen. Namum pihaknya terus menyasar pasar baru disampai pasar ASEAN.
Setelah Pasar Asean pihaknya juga berencana mengembangkan pasar di Asia Pasifik. Selama liburan Lebaran, Irwan berencana mengunjungi Jepang dan Hongkong. Disamping berlibur ia juga akan mendata toko toko yang menjual produk Indonesia. “ Sambil menjajaki pasar baru, “ ujarnya. (AZ)