Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan bergerak di zona hijau di hari Kamis (10/12/2020) ini. Pasalnya, optimisme pelaku pasar modal.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan karena optimisme investor.
Pasar Amerika jatuh karena sektor teknologi melemah. Federal Tech Commission telah mengajukan gugatan anti-persaingan yang dapat memaksa Facebook untuk mendivestasikan dua aplikasinya. DJIA turun 0,35% ke level 30.068, diikuti oleh S&P 500 (0,79%) dan Nasdaq (1,94%).
Indeks EIDO naik 0,09%, sedangkan IHSG ditutup naik 0,23% pada hari Selasa menjadi 5.944 dengan HMSP, PGAS, EMTK sebagai pendorongnya. Penjualan bersih asing di pasar reguler mencapai Rp 693,7 miliar, dengan pembelian bersih asing tertinggi tercatat oleh ICBP (Rp 249,5 miliar), diikuti ASII (Rp 117,9 miliar), dan INDF (Rp 74,6 miliar). Sementara itu, penjualan bersih asing tertinggi tercatat oleh BBCA (Rp 145,4 miliar), BBRI (Rp 123,1 miliar), dan GGRM (Rp 15,1 miliar).
Lebih dari 5.300 kasus baru Covid-19 ditemukan di Indonesia pada Rabu (tepatnya 6.058) (Selasa: 5.292), sedangkan 3.948 pasien sembuh (Selasa: 4.292), dan 171 meninggal (Selasa: 133). Kasus baru ini membuat jumlah total kasus di Indonesia menjadi 592.900 kasus, dengan rasio kasus tertutup 85,3% per 9 Des 2020 (8 Des 2020: 85,5%).
“Inflasi AS yang naik 1,1% yoy dan 0,1% mom (sebelumnya: 1,2% yoy; 0% mom) menunjukkan optimisme pasar akan pemulihan ekonomi di akhir tahun ini. Kami memperkirakan IHSG berpotensi terus menguat, sejalan dengan tingginya optimisme investor domestik terhadap vaksin Covid-19 dan optimisme menjelang akhir tahun,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
