Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali ke tren penguatan, setelah terkoreksi wajar. Hal ini tak lepas dari masih adanya sinyal positif.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup terkoreksi wajar 0.18% di level 5.933.70. Dan untuk hari ini, berdasarkan indikator, meskipun stochastic maupun RSI mulai menunjukkan kondisi jenuh beli atau overbought, adapun MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.
“Dan di sisi lain, pergerakan IHSG juga masih bertahan di atas garis MA 5, sehingga potensi markup atau penguatan kedepan masih terbuka lebar,” tutur Nafan dalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Jumat (11/12/2020).
Untuk itu, dia memproyeksi, berdasarkan rasio fobonacci, adapun untuk level support maupun resistance Indeks akan berada pada rentang 5874.89 hingga 6009.10.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.
– AALI, dengan daily (11825). RoE: 3.97%; PER: 29.23x; EPS: 408.80; PBV: 1.18x; Beta: 1.62. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 11700 – 11825, dengan target harga secara bertahap di 12400, 12650 dan 13750. Support: 11575 & 11100.
– CPIN, dengan daily (6300). RoE: 13.46%; PER: 33.97; EPS: 185.45; PBV: 4.57x; Beta: 0.85. Pergerakan harga saham hampir menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 6200 – 6300, dengan target harga secara bertahap di level 6550, 7025 dan 7475. Support: 6200, 5975 & 5850.
– INDF, dengan daily (6975). RoE: 6.57%; PER: 12.49x; EPS: 568.57; PBV: 0.82x; Beta: 0.71. Terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 6900 – 7000, dengan target harga secara bertahap di level 7400, 7600 dan 8375. Support: 6800 & 6460.
– MNCN, dengan daily (1050). RoE: 12.79%; PER: 8.64x; EPS: 122.09; PBV: 1.10x; Beta: 1.86. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada level 1035 – 1050, dengan target harga secara bertahap di 1070, 1095, 1205 dan 1235. Support: 1035 & 985.
– TLKM, dengan daily (3260). RoE: 18.22%; PER: 14.57x; EPS: 224.40; PBV: 2.65x; Beta: 0.75. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 3230 – 3260, dengan target harga secara bertahap di level 3330, 3540, 4040 dan 4540. Support: 3160.
– TOWR, dengan daily (1010). RoE: 24.95%; PER: 20.34x; EPS: 49.89; PBV: 5.08x; Beta: 0.66. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1000 – 1010, dengan target harga secara bertahap di level 1020, 1085, 1155 and 1220. Support: 1000 & 980.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
