Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga akhir perdagangan hari ini diproyeksikan masih bergerak di zona hijau.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, menunjukkan pasar Amerika bergerak campuran. Data retail sales per Nov-20 tercatat turun 1,1% yoy atau lebih dalam dari Oct-20 0,1% yoy dan consensus 0,3% yoy. Stimulus masih menjadi sorotan dengan The Feds berencana akan membeli obligasi senilai USD 120 miliar setiap bulan hingga tingkat ketenagakerjaan membaik. DJIA terkoreksi 0,15% ke level 30.154, S&P500 plus 0,18%, dan Nasdaq 0,5%.
Indeks EIDO positif 1,95% dan IHSG Rabu ditutup 1,8% menjadi 6.118 dengan pendorong indeks BBCA, TLKM dan EMTK. Pembelian bersih satu pada pasar reguler mencapai Rp 919,6 miliar. Saham dengan nilai beli di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 504 miliar), ASII (Rp 150,8 miliar), dan TLKM (Rp 141,8 miliar), sementara net sell asing dicetak oleh ICBP (Rp 51,8 miliar), INDF (Rp 44,5 miliar), dan CTRA (Rp 28,2 miliar). Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu), IHSG menguat 3,01% dengan net buy tunggal Rp 1,43 triliun pada pasar regular.
Kasus baru Covid-19 Rabu diumumkan naik menjadi 6.725 kasus (Selasa: 6.120) dengan tingkat kesembuhan lebih rendah yaitu 5.328 (Selasa: 5.699) dan kematian 137 kasus (Selasa: 155). Total kasus Covid-19 Indonesia telah mencapai 636.154 kasus dengan rasio kasus ditutup sebesar 82,05% per 16 Des 2020 (15 Des 2020: 82,08%).
“Rilis data hari ini adalah 7DRRR yang diproyeksikan dengan konsensus stabil di level 3,75%. Kami memperkirakan IHSG hari ini kembali menguat seiring masih tingginya permintaan investor untuk mengakumulasi saham, terlebih dahulu jam perdagangan IHSG hanya berlaku 3 hari. Pembelian bersih dan sentimen domestik menjadi faktor pendorong IHSG pada minggu ini,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
