TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IPO Emiten Produsen Kosmetik dan Perawatan Naik 35%

Busthomi
17 December 2020 | 11:35
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), emiten pendatang baru yang memproduksi kosmetik dan perlengkapan perawatan secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan melepas saham ke Bursa melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dalam proses listing saham perdana ini, tecatat pedagangan perdana saham VICI ini melonjak hingga 35% ke harga Rp 135 per saham dari harga penawaran di level Rp100 per saham. Dengan kenaikan yang tinggi ini, saham VICI pun langsung terkan auto reject atas (ARA).

Billy Hartono Salim, Direktur Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk, menjelaskan secara kinerja perseroan, dalam memproduksi seluruh barang konsumsinya (consumer goods) VICI selama ini selalu mengedepankan inovasi produk. Semangat ini terus mendorong munculnya beragam produk personal care baru yang sesuai dengan permintaan pasar. Inovasi ini dilakukan dengan penambahan varian produk. Misalnya penambahan beragam warna pastel pada produk pewarna rambut Miranda.

Sebagai catatan VICI saat ini memiliki market share terbesar untuk produk pewarna rambut di pasar domestik untuk segmen middle-to-low. Di samping itu, VICI juga berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dalam peluncuran produk pewarna rambut Miranda varian baru pastel color series.

Inovasi ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, dengan cara mengadakan event pewarnaan rambut serentak di 34 provinsi dengan peserta sebanyak 1.500 orang dan disiarkan secara daring langsung dari 34 provinsi. “Kita disambut 10 ribu viewers lebih. Ini membuat kita yakin ke depan akan menunjang sales kita,” kata Billy dalam keterangan resmi perseroan, di Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Tidak hanya itu saja, VICI juga terus mengeluarkan beragam produk baru sesuai dengan tren dan kebutuhan industri. Baik tren dan kebutuhan di pasar domestik maupun internasional.

BACA JUGA:   IHSG Balik Rebound, Cermati Saham Ini

“Jadi hal-hal baru yang demand di pasar apa yang diperlukan. Kita dengan cepat melakukan penyesuaian di R&D (Research and Development) kami. Jadi R&D kami dalam waktu sekitar 6 bulan itu dan tim marketing bekerja ekstra keras untuk mengadaptasi dan memenuhi kebutuhan demand itu. Jadi itu yang kita lakukan. Kita one step ahead di depan kompetitor,” ungkap Billy.

Berbagai inovasi produk personal care yang dibuat oleh VICI, terbukti berhasil mendorong rata-rata pertumbuhan penjualan hingga 30% per tahun dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. “Di bottom line-nya, laba bersihnya setiap tahun melonjak luar biasa,” jelas Billy.

Pertumbuhan bisnis VICI juga ditopang oleh rantai distribusi dan penjualan yang cukup solid. Baik rantai distribusi dan penjualan di pasar domestik maupun internasional.

Untuk pasar domestik, Billy menjelaskan saat ini produk-produk VICI telah menjangkau seluruh provinsi di Indonesia, dari Aceh sampai dengan Papua. “Baik cover di modern chain store, traditional outlet, maupun di grosir, itu sudah kami lakukan hampir 30 tahun. Ini adalah kunci sukses dari perusahaan kami,” ungkap Billy.

Sementara itu di pasar internasional, VICI juga telah mengekspor produk-produknya ke luar Indonesia. Mulai dari Jepang, Tiongkok, hingga Brunei. Billy mengakui bahwa kinerja ekspor tahun ini memang sedikit melambat. “Tapi pasar ekspor tahun depan di Q2 itu sudah mulai terasa, karena kita sudah ekspor ke beberapa negara,” katanya.

Jajaran manajemen VICO usai proses pencatatan saham perdana. (Foto: Istimewa)

IPO

Saat proses IPO, kata dia, berdasar laporan dari lead underwriter, bahwa minat investor retail ini luar biasa. “Kita telah mencapai oversubscribe sekitar 67 kali dari pooling. Itu cukup banyak di dalam kondisi yang seperti ini,” kata Billy.

BACA JUGA:   BEI: Total Obligasi dan Sukuk Sepanjang 2026 Adalah 30 Emisi dari 21 Emiten Senilai Rp28,71 Triliun

Billy juga menegaskan bahwa tingginya minat investor tersebut juga tidak lepas dari fundamental dan portofolio bisnis yang dihasilkan oleh VICI. “Ini kembali pada fundamental. Kami sudah buktikan selama 4 tahun terakhir ini fundamental dan kinerja kami sangat bagus sekali. Baik pertumbuhan di pendapatannya maupun laba bersihnya,” ujar Billy.

Apalagi, kata Billy, hasil perolehan dana dari 1,008 miliar lembar saham yang ditawarkan ke publik nantinya akan dipakai untuk menunjang pertumbuhan bisnis  VICI. Dengan rincian penggunaan sebanyak 26% untuk menunjang fasilitas pergudangan dan 74% untuk menambah modal kerja.

“Karena dalam situasi seperti ini kita memerlukan fasilitas pergudangan untuk menyimpan produk-produk kami. Kemudian dengan sales yang tinggi, piutang yang semakin tinggi, keep stock inventory juga tinggi, maka kami mengantisipasi berbagai hal tersebut dengan menambah modal kerja,” jelas Billy.

Foto: Rendy MR (TopBusiness)

Tags: ipopasar modalPT Victoria Care Indonesia Tbk
Previous Post

Per 14 Desember, Serapan Anggaran PEN 69,3%

Next Post

Buana Finance Raih Pinjaman Rp 200 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR