TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Erick Thohir Tinjau Bio Farma

Albarsyah
8 January 2021 | 10:21
rubrik: BUMN
Erick Thohir Tinjau Bio Farma

 

Jakarta, TopBusiness – Menteri BUMN, Erick Thohir meminta PT Bio Farma (Persero) untuk  meningkatkan kemampuan dan memacu kesiapan kapasitas produksi, pengamanan rantai dingin (cold  chain), dan distribusi untuk mendukung program vaksinasi COVID-19.

Hal itu ditekankan Menteri  BUMN di kantor pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/01) saat melakukan kunjungan kerja  ke Bio Farma.

“Saya perintahkan kepada Bio Farma yang memiliki peran strategis dalam mendukung program  vaksinasi COVID-19 ini untuk terus memperkuat persiapan kapasitas produksi vaksin, penanganan cold  chain, dan juga distribusi. Harus berjalan lancar dan tanpa hambatan karena seluruh masyarakat  Indonesia menaruh harapan tinggi agar program vaksinasi nasional ini berlangsung sukses,” kata Erick Thohir dalam keterangan resmi yang diterima redaksi TopBusiness.id.

Di dampingi Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir, Menteri Erick Thohir meninjau command center – tempat memonitor data produksi, penyimpanan dan distribusi secara realtime berbasis teknologi Internet of Things (IoT) – fasilitas produksi, dan penyimpanan vaksin COVID-19 di  Bio Farma.

Dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang dimiliki Holding BUMN Farmasi Bio  Farma, seperti barcode 2 Dimensi, GPS, sensor suhu ruangan penyimpan vaksin di Bio Farma dan  armada distribusi, akan menjalankan sistem sensor behaviour yang memantau gerakan armada,  kondisi kendaraan, dan personel pengantar vaksin, baik saat pengiriman vaksin mulai Gedung  Distribusi Bio Farma secara realtime, hingga titik akhir pengantaran ke Gudang Farmasi Dinas  Kesehatan Provinsi, Kota dan Kabupaten, atau Fasilitas Kesehatan.

“Sejauh ini saya menilai, Bio Farma siap memantau pergerakan vaksin yang sudah dikirim ke 34  provinsi. Saya meminta dengan hormat kepada para kepala daerah untuk menjaga agar vaksin-vaksin  yang diterima berada dalam cold storage dengan suhu 2-8 derajat. Jangan sampai ada kegagalan  dalam penyimpanan di daerah sehingga kualitas vaksin akan menurun karena penyimpanan tidak  sesuai standar,” jelas Menteri BUMN.

Keberadaan pusat komando ini juga berfungsi membaca lokasi, kecepatan dan kondisi darurat lainnya;  jika termonitor hal di luar standar, sistem akan mengirim peringatan (alert) untuk pengambilan  keputusan dan tindakan yang diperlukan. Command Center juga dapat memonitor data pengiriman  yang siap kirim hingga rasio pengiriman yang terlambat maupun tepat waktu.

“Kita bangga karena Bio Farma sudah meningkatkan kapasitas produksi dari 100 juta dosis menjadi  250 juta dosis tiap tahunnya. Saat ini, Bio Farma sudah mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat  yang Baik (CPOB) dari Badan POM untuk memproduksi, menyimpan dan mengawasi mutu 100 juta  vaksin COVID-19. Agar makin optimal, kami terus mendorong agar sertifikasi CPOB untuk tambahan  kapasitas produksi 150 juta dosis bisa segera didapatkan,” ujarnya.

 Erick Thohir juga mengapresiasi penggunaan Internet of Things (IoT) untuk memonitor  produksi, suhu di tempat penyimpanan hingga truk pengiriman, dan distribusi vaksin secara akurat dan  real-time. “Tidak hanya urusan penyediaan dan produksi. Yang juga menjadi misi penting Bio Farma:  menjaga mutu dan ketepatan waktu hingga pengiriman terakhir ke seluruh provinsi. Jangan sampai  gagal. Ini demi Indonesia,” ujarnya.

Bio Farma telah mendapatkan penugasan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan,  untuk penyediaan vaksin selama tahun 2020-2022. Hingga kini, pemerintah telah melakukan  pemesanan atau firm order 329,5 juta dosis vaksin COVID-19 dari berbagai perusahaan farmasi  internasional dan melalui COVAX Facility. Holding BUMN farmasi ini juga akan berperan penting dalam  uji klinik dan produksi vaksin merah putih.

Selain itu, Bio Farma juga menyiapkan kapasitas untuk memproduksi 100 juta dosis vaksin COVID-19  multiplatform per tahun untuk Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), yang kemudian  akan didistribusikan untuk berbagai negara di dunia. Produksi ini ditargetkan mulai akhir Kuartal IV  tahun 2021 atau Kuartal I tahun 2022.

“Saya meminta tim Bio Farma solid dan memberikan totalitas untuk mendukung program vaksinasi ini.  Kami berharap usaha-usaha maksimal yang dilakukan BUMN dapat mempercepat terwujudnya  Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit,” tutup Menteri BUMN.

BACA JUGA:   Bertemu Menteri PUPR, DAHANA Unjuk Kemampuan Peledakan di Sektor Konstruksi
Previous Post

Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca-Bencana Gempa Ambon

Next Post

Himbara: Penurunan Suku Bunga Belum Mampu Dongkrak Kredit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR