Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (14/01/2021) berpotensi bergerak flat dengan kecenderungan melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bahwa pasar Amerika bergerak campuran. Investor menunggu dan melihat urutan pemerintahan yang memerintah untuk kembali melakukan impeachment terhadap Presiden Trump.
Selain itu, data inflasi AS per Dec-20 tercatat sebesar 1,4% yoy/0,4% mom (Nov-20: 1,2% yoy/0,2%). The Feds sendiri belum pernah menyatakan akan menaikkan suku bunga hingga inflasi di level 2%. DJIA turun 0.03% ke level 31.060, S & P500 naik 0,23% dan Nasdaq 0,43%.
Indeks EIDO plus 0,16% dan IHSG Rabu ditutup 0,62% menjadi 6.435 dengan penggerak terkemuka ASII, BBRI, ANTM. Pembelian bersih satu pasar reguler mencapai Rp 1,1 triliun. Saham dengan nilai pembelian bersih tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 654,2 miliar), ASII (Rp 171,9 miliar), dan BBNI (Rp 89,9 miliar) dengan net sell dari BRIS (Rp 62 miliar), ICBP (Rp 52,7 miliar), dan AGRO (Rp 25 miliar). Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu), IHSG menguat 2,82% dengan akuisisi bersih asing Rp 4,5 triliun pada pasar reguler.
Kasus baru Covid-19 Rabu diumumkan naik menjadi 11.278 kasus (Selasa: 10.047) yang merupakan level tertinggi baru dengan tingkat kesembuhan lebih tinggi yaitu 7.657 (Selasa: 7.068) dan kematian 306 kasus (Selasa: 302). Total kasus Covid-19 Indonesia telah mencapai 858.043 kasus dengan rasio kasus ditutup sebesar 84,9% per 13 Jan 2021 (12 Jan 2021: 85,1%).
Berita Presiden Joko Widodo menjadi tokoh pertama yang di vaksin sempat menjadi katalis positif bagi IHSG. Optimisme investor turut mendorong pasar pada sesi-I meski sempat melemah pada sesi-II.
“Kami memperkirakan IHSG tidak melanjutkan penguatan pada hari ini sebagai respon optimisme investor terhadap perkembangan vaksin-19 di Indonesia, terlebih setelah Presiden Joko Widodo dan tokoh berbagai golongan telah melakukan vaksin. Selain berita domestik, IHSG masih akan terdorong oleh kenaikan harga komoditas seperti nikel dan batubara yang terdorong oleh kenaikan demand China,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
