Jakarta, TopBusiness–-Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya berkomitmen memacu kembali daya saing industri nasional melalui empat jurus jitu. “Pertama, menjaga produktivitas industri selama pandemi melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI),” papar menperin melalui keterangan pers, pada hari ini.
Sebanyak 18.527 IOMKI telah diberikan kepada perusahaan industri untuk mampu melindungi pekerjaan bagi 5,16 juta orang tenaga kerja.
Kedua, kata menteri tersebut, adalah peningkatan kemampuan industri dalam negeri dalam mendukung penanganan Covid-19, khususnya industri farmasi untuk penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan. “Ketiga, pengoptimalan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).”
Adapun yang keempat, adalah melanjutkan program substitusi impor 35%, yang dilaksanakan secara simultan dengan peningkatan utilisasi produksi, mendorong pendalaman struktur industri, dan peningkatan investasi.
Melalui berbagai program dan kebijakan tersebut, menperin optimistis, industri manufaktur di tanah air akan tumbuh positif mendekati 4% pada 2021. Sebelumnya, di triwulan III-2020, pertumbuhan industri manufaktur mengalami kontraksi 4,31% dan pada triwulan II-2020 juga terkontraksi 6,19%.
‘‘Industri manufaktur pada 2021 diperkirakan kembali pada titik positif. Seluruh sub sektor manufaktur akan kembali bergairah, dengan asumsi pandemi sudah bisa dikendalikan dan aktivitas ekonomi kembali pulih. Kami memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur pada 2021 akan tumbuh hampir 4%,” paparnya.
Keterangan Foto: Onderdil dan Aksesori Mobil, Salah Satu Produk Industri Nasional
Foto: Rendy MR/TopBusiness
