Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi bisa berbalik menguat ke jalur penguatan. Hal ini disebut karena masih ada sinyal positif yang bisa mengangkat performa Indeks.
Menurut M. Nafan Aji Gusta Utama, analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup terkoreksi wajar 0.11% di level 6428.32. Dan untuk perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD, Stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.
“Di sisi lain, terlihat pola inside bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tutur dia dalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Dan dengan kondisi seperti itu, kata Nafan, berdasarkan rasio fobonacci, untuk level support maupun resistance akan berada pada rentang 6366.09 hingga 6463.88.
Berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:
– ADRO, dengan daily (1495). RoE: 3.72%; PER: 21.70x; EPS: 67.99; PBV: 0.81x; Beta: 1.36. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1485 – 1495, dengan target harga secara bertahap di level 1545, 1600, 1730 dan 1860. Support: 1470, 1440 & 1400.
– APLN, dengan daily (206). RoE: -5.25%; PER: -7.99x; EPS: -25.27; PBV: 0.42x; Beta: 2.15. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 200 – 206, dengan target harga secara bertahap di level 212, 246 dan 270. Support: 200 & 175.
– ASRI, dengan daily (258). RoE: -14.17%; PER: -3.85x; EPS: -66.51; PBV: 0.55x; Beta: 2.27. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 252 – 258, dengan target harga secara bertahap di level 264, 286 dan 308. Support: 252, 246 & 242.
– BBCA, dengan daily (35100). RoE: 14.51%; PER: 31.99x; EPS: 1,094.81; PBV: 4.64x; Beta: 0.94. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 34900 – 35100, dengan target harga secara bertahap di level 36075, 37600 dan 39050. Support: 34525 & 33000.
– BBNI, dengan daily (6450). RoE: 5.05%; PER: 20.72x; EPS: 311.32; PBV: 1.04x; Beta: 1.95. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 6375 – 6450, dengan target harga di level 6600, 6825 dan 7950. Support: 6375 & 6050.
– BWPT, dengan daily (147). RoE: -27.07%; PER: -4.81x; EPS: -31.41; PBV: 1.30x; Beta: 2.21. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 144 – 147, dengan target harga secara bertahap di level 154, 161 dan 170. Support: 144 & 138.
– SILO, dengan daily (5900). RoE: -1.10%; PER: -145.08x; EPS: -40.67; PBV: 1.63x; Beta: 0.22. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 5800 – 5900, dengan target harga secara bertahap di level 6125, 6225, 6325, 6700 dan 7625. Support: 5800 & 5650.
– SMRA, dengan daily (820). RoE: -0.18%; PER: -723.53x; EPS: -1.13; PBV: 1.27x; Beta: 2.28. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 810 – 820, dengan target harga secara bertahap di level 840 dan 950. Support: 780.
– UNVR, dengan daily (7000). RoE: 92.42%; PER: 36.78x; EPS: 190.32; PBV: 34.04x; Beta: 0.43. Adapun indikator RSI mulai menunjukkan kondisi jenuh jual atau oversold dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 6925 – 7025, dengan target harga secara bertahap di level 7175, 7300, 7375 dan 7725. Support: 6850 & 6750.
FOTO: Rendy MR (TopBusiness)
