Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (18/01/2021) akan bergerak negatif?
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bahwa saham AS terkoreksi. Jumat lalu, Dow turun 0,57%, sedangkan indeks S&P 500 turun 0,72% dan Nasdaq 0,87%. Sentimen yang mungkin mempengaruhi pasar Amerika adalah rencana stimulus fiskal USD 1,9 triliun dan pelantikan presiden terpilih Joe Biden yang akan dilakukan pada Rabu (20/1). Selain itu, investor juga akan memperhatikan perkembangan pandemi dan vaksinnya. Beberapa negara telah memberlakukan kembali kebijakan lockdown akibat lonjakan kasus COVID-19, antara lain Jerman, Malaysia, Inggris, dan China.
Sebanyak 11.287 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia pada Minggu (Sabtu: 14.224 kasus) dengan angka positif 32,8% (Sabtu: 31,4%). Kasus-kasus baru tersebut membuat total kasus di Indonesia menjadi 907.929 kasus, dengan 736.460 pasien sembuh (81,1% angka kesembuhan).
Fase pertama vaksinasi COVID-19 saat ini sedang berlangsung. Pemerintah telah mengamankan 3 juta dosis vaksin siap pakai dan bahan baku untuk 15 juta dosis. Pemerintah berencana menyediakan sekitar 400 juta dosis vaksin untuk vaksinasi di Indonesia.
Jumat lalu, IHSG naik 1,85% secara mingguan (turun 0,85% secara daily) menjadi 6.373, dengan total beli bersih asing sebesar Rp 87 miliar (Rp 7,95 triliun selama seminggu penuh).
Berita yang mungkin akan mempengaruhi pasar minggu ini adalah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan dilaksanakan pada Kamis (21/1), yang akan menetapkan suku bunga acuan (sebelumnya: 37,5%). “Kami memproyeksikan IHSG turun hari ini karena minimnya sentimen pendorong dan potensi profit taking,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
