Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (25/01/2021) awal pekan ini diestimasikan sideways, sebab minim sentimen positif.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bursa Amerika ditutup beragam Jumat lalu. Dow jones dan S&P 500 masing-masing turun 0,56% dan 0,3%, sementara Nasdaq relatif datar (0,09%). “Kami berharap investor AS menunggu dan melihat hasil pertemuan Dewan Gubernur The Fed, di mana suku bunga acuan The Fed akan diputuskan,” kata demikian riset terlihat.
Selain itu, investor dapat memilih menunggu rilis data PDB AS dan laporan keuangan beberapa perusahaan besar, antara lain Microsoft, Apple, Facebook, dan Tesla, yang rencananya akan dirilis minggu ini.
Sebanyak 11.788 kasus baru Covid-19 dilaporkan di Indonesia pada Minggu (Sabtu: 12.191 kasus), dengan angka positif 33,2% (Sabtu: 28,4% angka positif). Sejauh ini, 989.262 kasus telah dilaporkan di Indonesia, dengan 798.810 pasien pulih (tingkat kesembuhan 80,8%). Johnson dan Johnson (J&J) berharap untuk merilis hasil uji klinis vaksinnya dalam waktu dekat. J&J mengklaim bahwa vaksinnya hanya perlu diberikan satu kali, sedangkan vaksin lain yang tersedia harus diberikan dua kali.
Jumat lalu, IHSG terkoreksi 1,66% secara harian (1,03% secara mingguan) ke 6.307, dengan beli bersih asing sebesar Rp 69 miliar untuk hari itu (Rp 746 miliar selama seminggu penuh). “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini karena minimnya sentimen pendorong dan kemungkinan profit taking,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
