TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kenaikan Ekspor dan Konsumsi Domestik Bakal Dongkrak Kinerja Industri CPO

Nurdian Akhmad
5 February 2021 | 07:57
rubrik: Business Info
Ultah ke-30, Astra Agro Tanam 30.000 Pohon Mangrove

Petani sawit sedang memetik buah sawit/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness –  Kinerja industri sawit tahun 2021 diprediksi bakal semakin meningkat karena kenaikan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan kenaikan konsumsi minyak di dalam negeri.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, ekspor sawit tahun ini diproyeksikan mencapai 37,5 juta ton atau meningkat 10,29% dibandingkan 2020.

Meski begitu, Gapki mengatakan ekspor minyak sawit tahun ini akan sangat tergantung pada vaksin Covid-19, dimana vaksin tersebut diharapkan bisa menjangkau sebagian besar wilayah.

“Permintaan di 2021 akan sangat tergantung dari program vaksinasi yang sekarang sedang dijalankan, jadi kalau itu bisa secepatnya selesai, mungkin pasar akan lebih cepat recover dan demand akan segera pulih,” ujar Joko dalam konferensi pers di Jakarta seperti dikutip, Jumat (5/2/2021).

Joko berpendapat, realisasi ekspor minyak sawit di tahun ini tidak akan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tetapi menurutnya sudah meningkat dibandingkan 2020.

Bila dirinci,  proyeksi ekspor di tahun ini terdiri dari ekspor minyak sawit mentah sebesar 7,5 juta ton tumbuh 4,6% dibandingkan tahun lalu, olahan CPO sebesar 24 juta ton tumbuh 13,7%, laurik sebesar 1,8 juta ton turun 1,7% dan oleokimia sebesar 4,2 juta ton tumbuh 8,5%.

Tak hanya karena vaksin Covid-19, Gapki pun memproyeksi peningkatan ekspor minyak sawit di tahun ini disebabkan banyak negara yang karena alasan ekonomi terpaksa lebih terbuka. Karenanya, ekspor minyak sawit akan meningkat dari sisi volume dan nilai.

Meski begitu, ada pula beberapa faktor yang diperkirakan mengganggu permintaan antara lain berjangkit kembalinya Covid-19 di China maupun negara lain, dan juga berjangkitnya African Swine Fever yang mengganggu permintaan oilseed dan oilmeal yang pada akhirnya akan mengganggu permintaan minyak nabati termasuk minyak sawit.

BACA JUGA:   Akan IPO, Bank DKI Intip Kondisi Politik

Joko juga mengungkap, saat ini pasar ekspor Indonesia sudah sangat beragam, namun negara tujuan utama antara lain seperti China, India, Pakistan, Bangladesh, Timur Tengah, Uni Eropa hingga Afrika.

Tak hanya kinerja ekspor, konsumsi minyak sawit dalam negeri juga diyakini akan mengalami peningkatan sebesar 6,6% dari 17,34 juta ton di 2020 menjadi 18,504 juta ton di 2021.

“Domestik juga diharapkan recovery-nya sudah berjalan, walaupun pelan tapi saya yakin konsumsi dalam negeri tetap akan naik karena presiden sudah memutuskan B30 tetap akan jalan,” kata Joko.

Tags: cpogapkiminyak sawit mentah
Previous Post

IHSG Bisa Rebound, Saham BJTM dan SMGR Masuk Akumulasi Beli

Next Post

Pekerja Komuter Berkurang Akibat Covid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR