TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kopitu: Biaya Vaksin Pekerja Migran Baiknya Ditanggung Perusahaan

Achmad Adhito
14 February 2021 | 11:24
rubrik: Business Info
Kopitu: Biaya Vaksin Pekerja Migran Baiknya Ditanggung Perusahaan

Jakarta, TopBusiness—Kedatangan Yoyok Pitoyo selaku Ketua Umum Komite Pengusaha UMKM Bersatu (Kopitu) dan Habib Faizol dari P5PMI disambut baik oleh Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia di Jakarta, Kamis 11 Februari 2021.

Dalam siaran pers yang diterima Majalah TopBusiness kemarin malam, dijelaskan bahwa kedatangan tersebut dalam rangka Sosialisasi Program Vaksinasi Mandiri, urgensi izin Sending Organization bagi LPK di Indonesia dan pembukaan peluang baru P3MI di negara-negara di Asia dengan Kemnaker yang dikhususkan bagi calon pekerja migran Indonesia.

“Saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan di negara penempatan yang meminta bukti Vaksinasi bagi pekerja migran Indonesia, sudah pasti karena concern mengenai rawan terhadap uOVID-19 bagi pekerja migran memang cukup tinggi,” ungkap Yoyok.

Menurut Yoyok, mengenai vaksinasi tersebut baiknya dibebankan pada perusahaan pengguna PMI tersebut, dikarenakan biaya vaksinasi dapat menjadi beban tersendiri bagi calon PMI. Belum lagi ketika perusahaan atau negara tertentu meminta vaksinasi dengan jenis atau brand tertentu.

Di samping Vaksinasi Mandiri PMI, hal lain yang dibahas adalah tentang izin SO bagi lembaga pelatihan kerja yang saat ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan kerja hingga penempatan yang dapat lebih termonitor.

“Kalau LPK sudah punya izin sebagai sending organization, tentunya kualitas pekerja kita juga akan turut meningkat karena mengikuti standar yang lebih baik dan aspek hukum serta kelembagaan yang lebih kuat. Namun untuk memperoleh izin SO, perlu ada kebijakan yang bisa mempermudah LPK, karena selama ini masih banyak yang kesulitan” tutur Yoyok.

Lebih jauh lagi, Yoyok menyarankan agar ada reinvention untuk memperoleh peluang-peluang baru bagi P3MI.

“Saat ini saya banyak memperoleh informasi banyak perusahaan dari negara-negara di Asia seperti Korea Selatan dan Jepang yang membutuhkan banyak tenaga kerja (PMI). Dalam hal ini menurut saya, tenaga kerja dengan Visa SSW sangat berpotensi untuk kita genjot. Oleh karena itu tentang hal ini juga tentunya berkaitan dengan urgensi mengenai LPK yang saya sampaikan tadi,” pungkas Yoyok.

BACA JUGA:   Kopitu Jumpai Lord Mayor City Darwin, Apa yang Dibahas?

Menanggapi tiga hal tersebut, Anwar Sanusi menerima dan menanggapi dengan sangat baik.

“Memang hal-hal tersebut menurut saya sangat baik. Urgensi-urgensi tersebut tadi nanti akan saya teruskan ke Direktorat yang terkait. Dalam hal ini nanti saya akan teruskan ke Dirjen Binalattas dan Binapenta dan PKK. Semoga apa yang menjadi tujuan kita bersama akan dapat diwujudkan”, tutur Anwar Sanusi.

Tags: kopituVaksinasi mandiri
Previous Post

Lewat Lima Pilar, CSR PT Elnusa Petrofin Hadir di Pelosok Negeri

Next Post

Bisa Bullish Lagi, IHSG Dekati Level Resistance 6256

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR