TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Outlook Stabil, Kemampuan Keuangan Bank Lampung Baik

Busthomi
16 February 2021 | 14:28
rubrik: Capital Market, Ekda
Outlook Stabil, Kemampuan Keuangan Bank Lampung Baik

Jakarta, TopBusiness – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baru saja memberikan peringkat “idA-” untuk PT Bank Lampung dan Obligasi IV tahun 2017 yang masih beredar. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah “stabil”.

Menurut Pefindo, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Demikian disampikan analis Pefindo, Danan Dito dan Hanif Pradipta dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (16/2/2021).

Meski begitu, kata mereka, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Dan tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

“Peringkat tersebut mencerminkan pasar captive perusahaan di Lampung, kualitas aset yang kuat, dan tingkat permodalan yang kuat,” ujarnya.

Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh terkonsentrasinya sumber pendanaan dan tingkat persaingan yang ketat di Lampung.

Selain itu, Pefindo tetap bisa menaikkan peringkat bila Bank Lampung dapat memperkuat posisi pasar dan struktur pendanaannya secara signifikan, dengan mempertahankan performa finansialnya secara konsisten.

Akan tetapi, peringkat juga dapat diturunkan bila Pefindo melihat adanya penurunan signifikan pada posisi pasar bank, yang dapat disebabkan oleh tekanan persaingan atau pembatasan bisnis, atau bila terdapat pemburukan yang material pada indikator keuangan perusahaan.

“Kami menilai penyebaran COVID-19 telah meningkatkan profil risiko industri perbankan secara keseluruhan, dengan menyebabkan penurunan kegiatan usaha yang signifikan di semua sektor industri yang berujung kepada penurunan permintaan atas kredit dan jasa perbankan lainnya,” tegasnya.

Selain itu, penurunan kegiatan usaha juga dapat memperlemah kemampuan debitur dalam melakukan pembayaran kewajiban, serta menyebabkan pemburukan kualitas aset bank yang selanjutnya akan memberikan tekanan terhadap indikator profitabilitas dan likuiditas bank.

BACA JUGA:   IHSG Terkoreksi 62 Poin

“Meski demikian, kami menilai dampak dari pandemi COVID-19 terhadap profil kredit Bank Lampung dapat terkelola, didukung oleh produk inti pinjaman konsumen pegawai negeri sipil (PNS) yang mendominasi 85%-90% dari portofolio kredit Bank,” katanya lagi.

Pefindo pun melihat dampak yang terbatas dari pandemi terhadap kualitas aset dari kredit PNS, karena pinjaman ini memiliki risiko rendah dari skema pemotongan gaji secara langsung.

Segmen ini akan mendukung pendapatan Bank dan menghasilkan arus kas di tengah pandemi, dan dapat menjadi bantalan terhadap potensi penurunan kualitas aset pada segmen kredit produktif. Khususnya industri yang sangat terdampak oleh COVID-19 seperti konstruksi, perdagangan, industri pengolahan, transportasi, dan pertambangan.

Pefindo akan terus memantau dengan seksama dampak pandemi COVID-19 terhadap kinerja Bank dan keseluruhan profil kreditnya.

Perseroan sendiri didirikan tahun 1964 yang bergerak di bidang perbankan komersial dengan sebagian besar layanannya diarahkan untuk Pemerintah Daerah Lampung dan karyawannya. Kegiatan operasional Bank didukung oleh 784 pegawai dan jaringan kantor yang terdiri atas 1 kantor pusat, 1 kantor cabang utama, 5 kantor cabang, 30 kantor cabang pembantu, dan 41 kantor kas.

Per 31 Desember 2020, Bank dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Lampung (35,79%), Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Lampung (61,82%), dan koperasi (2,39%).

FOTO: Istimewa

Tags: Bank BPDBank Lampungoutlook obligasiPemda Lampung
Previous Post

Obligasi Bakal Jatuh Tempo, Likuiditas Indomobil Finance Kuat

Next Post

Pertamina Terus Bersiap Kelola Blok Rokan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR